Tulisan dalam blog ini berangkat dari perspektif pribadi. Senduro adalah nama lain dari bunga Edelweiss. Dia agung. Hidup di tanah tinggi, dekat dengan Dewa Dewi. Hanya orang -orang yang bekerja keras, penuh keyakinan, dan berani saja yang dapat melihat. Berwarna putih, seperti hati orang baik. Ia tidak pernah mati, seperti kasih.
Itu perbincangan yang memuakkan. Sudut-sudut yang kubenci dari sisi lain yang memang ada dan harus diterima....
Aku mengerti sedikit tentang sifat ganda. Dari sinilah smua berawal. Di keadaan yang serba relatif namun lagi-lagi aku membatasi diri yang sulit terkontrol.....
Bukan salah juga. Karna terbatas, batasan dan saling membatasi itu sudah pasti terjadi disini. Apalagi dalam proses yang maju dan maju tanpa ada tawaran....
Ada yang semakin dalam, ada yang semakin keluar. Argh, lagi-lagi kerelatifan....
Ya seperti bualan itu, aku pembenci mulut murahan. Aku tak suka perayu-perayu perempuan yang berlebihan.....
Argh, aku aku juga yang musti memandang ganda. Katanya karna setiap harapan akan selalu berbenturan dengan harapan-harapan yang lain.......
Otakkku sering berfikir untung dan rugi, ketika tak ada jaminan maka kutinggal pergi. Didalam hati sering bicara juga, katanya ikhlas itu adalah kemurnian tanpa campuran, dan proses adalah jawaban bijaksana. Mungkin ini sedikit menjelaskan apa itu sifat ganda......
Keseimbangan juga yang jadi pembelenggu agar langkah tidak membabi buta. Kesadaran juga yang membentengi kepala dan dada agar bijaksana....
Tapi tetap aku tak suka, jangan rayu rayu perempuan dengan berlebihan. Pencemburu adalah sisi lainku....
Ini perbincangan yang memuakkan. Sudut-sudut yang mungkin kau benci dari sisi lain yang ada dan harus diterima..
Pagi hari, saya terkejut mendapati paspor saya yang basah terendam air. Saya lupa menyimpannya ditempat yang aman, itulah akarnya. Saya tidak menyangka kalau kecerobohan ini akan berakibat fatal dan berbuntut panjang.
Bulan November -lima bulan setelah saya mendapati kerusakan paspor- saya bersama teman-teman yang tergabung dalam grup musik etnis akan mengadakan tour performing art keliling Thailand, Malaysia, dan Singapore. seminggu sebelum keberangkatan saya mendatangi kantor Imigrasi di Yogyakarta tempat paspor saya dibuat untuk menanyakan apakah paspor saya yang terendam air itu masih berfungsi. ternyata kerusakannya cukup parah karna cap stempel dan tandatangan yang berwewenang sudah hilang sehingga paspor saya tidak bisa digunakan lagi. dan proses pergantian paspor yang rusak itu akan memakan waktu lebih dari seminggu. dengan pertimbangan dan berat hati, saya mengundurkan diri dari grup demi kelancaran proses perform.
bodohnya, saya tidak segera mengurus paspor lebih lanjut. hingga pada bulan Juni di tahun berikutnya pun saya harus membatalkan keberangkatan ke Jepang dalam rangka performing art dengan salah satu grup etnis dari Indonesia. karena alasan yang sama, paspor, juga karna saya tidak mau menghambat proses keberangkatan teman yang lain. disitu saya lupa, bahwa proses dan usaha yang sudah saya jalani dalam latihan untuk bisa tampil di Jepang itu cukup menguras tenaga, pikiran, energi, waktu dan sebagainya. tapi, semua sia-sia dan kalau dipikir lagi, apa yang saya lakukan ini sudah menghambat semuanya.
bulan-bulan berikutnya saya terlalu sibuk dengan kegiatan kampus sehingga paspor yang seharusnya saya proses, saya pending dulu untuk dikerjakan. lima bulan terlewat dan paspor saya belum selesai juga. hingga pada bulan November saya lolos audisi orkestra untuk misi kebudayaan di Cina. keadaan paspor saya yang masih rusak cukup membuat saya kelabakan karena kami harus segera mengumpulkan nomer paspor seminggu setelah pengumuman penerimaan. saya merasa sangat bodoh dan benar-benar teledor dalam hal ini. saya menyempatkan waktu untuk kembali ke kantor imigrasi. Namun ternyata paspor saya harus ditahan 6 bulan, dengan tuduhan "tidak menjaga dokumen negara dengan baik". shit!.... saya ingin tahu, aturan apa, pasal mana dan bagaimana bunyinya, sehingga harus terjadi seperti itu. ketika saya tanya pihak imigrasi untuk menunjukkan aturan tertulisnya, mereka tidak tahu.
ya, jadi intinya saya seperti kerbau dungu. mengulang kesalahan yang sama berkali-kali. jancuk.
menantang harapan, bergulat dgn kenangan.. mengecoh batin, dengan bilang "tenang...".. aku hanya diam, sekarat melarat pada mimpi.. kalau tak memang serasi, ya sudah aku pergi.. aku tak keberatan jika harus meratap, sesekali saja bertatap, dan sendirian.. toh Gusti, aku terbiasa Kau buat sendiri.. beritahu aku jika aku tak berguna disini.. antara harapan dan kenangan, aku siap.. antara menantang dan bergulat, aku tak lari.. aku setia pada kenyataan, bukan seseorang.. Dari senja hingga detik ini..
Published with Blogger-droid v2.0.6
Sabtu, 06 Oktober 2012
kertas kosong yang disodorkan, penuh
sindiran. mereka suka sekali pamer derita.
dipikirnya aku takut sengsara. mirip berasa
hanya kepala sendiri yg tenggelam dalam
kubur, mau mati saja. tak terkejut aku, aku
dulu bagiannya. kunamai penghianatan saja
ketika itu. dulu duluu sekali...
ada bagian yg
tak terima, tapi memanglah, bisa apa sih.
aku ga hobi memaksa.
kini, selagi
memperbaiki, apa semesta masih mau bilang
"nanti"? kalo berteori ttg waktu,, sbenarnya
seru, karna gelisah serba ingin tahu.
Ahhh, sudahlah...
berbahagialah,, bebaslah kamu.. kertas yg
kau sodorkan masih bersih ditangan. gimana
lagi? kebahagiaan itu hanya sindiran lagi lagi.
"nanti" lah, kita buat yang paling
membahana diujung sana. jika pada
waktu yg sama, kita sampai sama sama.. :-)
begitulah awal krolonogisnya. pagi itu yang katanya berangkat jam 9 pagi akirnya molor juga jadi jam 11. nggak gagal dong kami jadi orang Indonesia dengan kebiasaan molornya. :p molor kali ini sebenernya penyebabnya cuman satu aja sih, saya bangun kesiangan dan 4 orang lelaki itu udah menunggu di kontrakan, siap berangkat.
diiringi umpatan-umpatan tanpa henti karna keterlambatan saya, kami pun jadi berangkat ke Gua Pindul siang itu. Gua ini baru-baru aja terkenalnya. wisata yang baru dibuka tahun 2010 ini kabarnya adalah Gua yang dialiri sungai sepanjang 300 meter. sekitar 1,5 jam perjalanan motor akhirnya kami berlima sampai juga di desa Bejiharjo, Karangmojo, kabupaten Gunung Kidul. tentunya dengan beberapa kali nyasar. sebenarnya di jalur utama jalan Jogja-Wonosari udah ada plang jalan ke arah Gua, bahkan ada jasa gratis antar juga loh. tapi dasar kita yang parno dan nggak percayaan sama orang, kita pun kekeuh cari jalan sendiri ke Gua. padahal kita udah diikutin dua orang yang maksa banget mau antar kita, gratis. nah lo, jadi kebalik kan siapa yang harusnya maksa dan dipaksa.
ternyata wisata yang ditawarkan bukan cuman tubing di gua, tapi rafting di sungai juga. setelah rapat paripurna berlima, akirnya kita ikut paket dua-duanya, yang pertama tubing di Gua pindul dan sambung langsung rafting menyusuri sungai Oyo. Cuss....
setelah persiapan pelampung, sepatu, dan ban beres, kita siap tubing di Gua Pindul. dari pintu masuk kita jalan kaki dulu ke mulut gua dianter dua orang pemandu.
setelah berdoa, lebih tepatnya didoakan sama mas pemandu yang juga menyampaikan beberapa tata tertib, sebagai anak sholeh kita pun nyemplung satu-satu dengan tertib dan baik. tubing pun dimulai.
seperti promo yang ditawarin di depan (tempat pendaftaran), jalur yang akan kita lewati ada tiga zona. zona terang, zona gelap, zona remang.
titik start berada di zona terang. dengan baris satu satu kami bergandengan masuk gua, duduk manis diatas ban yang berjalan. sedaap. eh, ban yang jalan itu bukan ditarik arus loh, tapi ditarik sama bapak pemandu yang ada di depan barisan. wow. pas kami kesana kondisi arus sungai tenang banget, karna udah bulan-bulan terakhir musim kemarau. kalo kata bapak gaetnya sih kalo lagi musim hujan, air bisa setinggi atap gua. baru aja jalan kita udah disambut bebatuan stalaktit di bibir gua. diatap gua juga dihuni ratusan burung. jenis burung sriti, walet dan kelelawar rupanya jenis satwa yang hidup di gua. malah kalo kita lihat keatas ada rumah khusus yang dibuat untuk sarang walet.
di sisi kanan kami dikasih lihat sama bapak gaetnya, sebuah batu datar disorot pake senter. katak si bapak itu tempat pertapaan. kita mah, "oooooo" aja. sampailah kami di jalur gua yang sempit. kami harus jalan satu-satu dan kaki ditekuk dalam ban. sempat juga bapak gaet nyorotin batu di sebelah kanan kami, konon buat cowok yang bisa nyentuh batu itu akan tambah jantan. halah. para lelaki itu langsung respon mendadak rame. saya yang polos dan lugu cukup diam dan mendengarkan. :p
kami juga dipamerin batu yang konon kalo ada perempuan yang kena air dari salah satu batu, bisa tambah cantik luar dalam. nah, cieee kebetulan pas saya lewat ngepas banget airnya jatuh ke ubun-ubun saya. padahal banyak yang nunggu lama untuk berhenti biar kecipratan air dari batu itu. ahaa, saya yang sangat nggak percaya mitos, ya amin amin aja kalo begini ceritanya. :p
sampai di luweng, kami bisa turun dari ban dan main-main air, bahkan kita bisa lompat dari batu juga. luweng yang dimakasud adalah lubang. sinar matahari yang masuk cantik banget. tapi nggak secantik nyali saya buat terjun dari batu. saya orangnya parno sama air yang berarus, karna saya pernah tenggelam diarus sungai dan nyaris "bye=bye". dengan mengumpulkan tenaga dalam dan kamekameha akirnya saya nyobain lompat juga, walaupun musti nunggu lamaaa dengan keadaan kaki mengigil geregetan. itupun nggak luput dari hingar bingar lelaki yang sedang antri lompat dibelakang saya sambil ngecein saya "penakut".
nggak kerasa sampailah kita di pintu keluar gua. 45 menit mengapung-apung asik, sudah selesai.
kami lanjutkan perjalan ke kali Oyo. dari situ kita naik mobil pick up, ngelewatin jalan batu dan kebun kayu putih pemandangannya amboi banget.
sampai di sungai Oyo, yang orang sana bilang kali Oyo, kami langsung nyebur dengan riang. kali ini kita nggak harus gandengan buat jalan. diapit batuan kali, dibawah langit yang cerah kami terkampul-kampul berenang. saya yang tadinya naik ban, akirnya terjun aja berenang ke air. gaya tengkurep, terlentang dan perputar-putar pun jadi bagian dari atraksi.
taraa, sampailah kami di air terjun. kalo mau, silakan lompat dari ketinggian 15 meter dari atas batu air terjun ke sungai. nah lo. sebelum lompat dari batu itu, kami yang nggeragas lompat karna kecanduan lompat dari tubing di gua tadi malah nambah lompat dari jembatan. lumayan juga, lompatan di gua tadi, rupanya mengurangi trauma air berarus saya. nggak mau kalah dengan 4 lelaki yang hobi ngecengin itu, saya lompat juga.
main-main di air terjun sebentar sambil foto beraneka gaya, aksi kami lanjutkan denngan terjun dari tempat utama, mmh.... yang 15 meter ituuh. beuh, roh saya berasa copot dari badan. melayang pasrah lalu "byuuur" sampailah di sungai. ya ampun, dilihatnya cuman 2-3 detik aja, tapi pas lagi lompat sendiri berasa lamaaa cyiin..
hampir sejam mainan air, perut kami yang sensitif sama makanan pun lapar juga. kami mampir di warung kecil dekat air terjun, sambil ngopi dan ngobrol di pinggir sungai, kitapun mem"bongkar kebiasaan lama". wkwk.. obrolan ngetop kami waktu itu, dari niruin iklan TOP kopi nya Iwan Fals. apaan sih..
perjalanan masih lanjoot, arung jeram dimulai. begitu bahagianya saya, inilah sesi terakhir yang saya tunggu dari penulusuran ini. tapi ternyata arusnya nggak seseram yang saya kira. ya nggak apa lah, itung-itung biar kita rileks diatas kapal arung jeram yang arusnya nggak seberapa itu.
sekitar 1,5 jam perjalanan air, sampai juga kami di titik berhenti. mobil pick up sudah menunggu, saatnya pulang. di perjalanan ke base camp (tempat pendaftaran) rupanya masih ada aja yang mempesona. perjalanan ngelewatin hamparan pematang sawah, hijauuuu, luasss, dan angin sepoiiii membungkus indahnya jalan jalan kami berlima hari itu.
terimakasih sahabat-sahabat tersayanggg,, besok main lagi yaaaa. :p
Rama, Bagas, Iwang, Febri :*
aku baru tau, gubuk yang kita bangun tak reyot juga. ah, rupanya kita terlalu kuat melawan angin. kelicikan besar yang menyentil kuping pun tak terasa sedikitpun. aku malah tertawa lihat upaya kurcaci-kurcaci itu, begitu mengerat otot lehernya untuk berteriak "menyerahlaaah.." lantang didepan mukaku. dan kedua telapak tanganmu merayah wajah agar aku tak meliriknya. haha. lagi lagi kita melawan angin... kadang kau pahlawannya, kadang aku pahlawannya. apa nanti akan lagi lagi begini?.. mm, sama sama saja lah,,, kalau kau keberatan, aku sama. kalau kau berkenan, aku sama.. aku bukan meniru lho, jangan ge er.. tak jadi soal untukku, sampai dimana gubuk ini akan dijaga. gimananya kita bahagia aja deh.. gembiralahh... :-D
Skali lagi, aku bukan penikmat omong kosong. Sejatinya keinginan atas nanti, terupayakan dari kini. Terpercayakan bila upaya tampak mengigihkan langkah berdua. Sungguh indah, mas. Ketika sama menari diladang berbeda, sama mencangkul di lain panggung. Toh, dalam upaya ini hanya untuk sesaat saja. Maka tuan akan wujudkan keadilannya. Semua akan terbalas, tergantung sekuat apa kita berkeras.
Aku bukan penikmat obrolan murahan. Ketika harus berpaku pada keputusan. Aku tak menyerah berpeluk usaha agar yang indah ini menjadi lebih. Kalau kau tertarik, pelukan kita tak akan lepas. Kau ada padaku aku ada padamu, dalam keyakinan yang sama. Pada ruang yang berbeda dan kebutuhannya. Serempak akan kita punya, mas. Ketika kita satu tenaga, usaha, dan energi. Maka tuan akan memberi imbalan yg sesuai. Seperti kita jika sesuai dlm usaha.
Sejauh apa pelarian ini, ini baru awal. Berapa sebenarnya jaraknya, hanya kita yang tau.
Dalam perjalanan dan kekuatan kaki ini, entah aku atau kau yang akan lari sendiri-sendiri, dan entahlah,mungkin nanti bisa jadi kita seri..
di timur malam yang cerah, aku mengaggumi perbedaan. sedang keabadian menggerus kelopak kening tak beraturan. aku yang hampir lupa lagi terganggu keparat yang tersampaikan. ketika hanyut tapi hanya bersebelahan, sakitnya minta ampun. samar yang beracun. kekejaman permainan semakin tertawar. yang kalah itu yang mati duluan. dalam masanya apa baiknya "masih" dibuang saja jauh ke tepian pagar dan dibakar dalam dalamnya hingga membusuk, daripada sama-sama punya tapi tak nyata. sama berbenih tapi tak dihidupkan. "masih" ini, seperti menuangkan bisa mendidih ke kerongkongan. tapi dalam peperangan selau ada kemungkinan yg lain. bisa jadi ditumbuh suburkan, lalu kupupuk dengan bintang dan semesta raya dan berpegang tangan sederhana. ditimur malam yang cerah, kau tentu lebih tau untuk diapakan selebihnya.
Dan kau tak tau.
Kau tak akan tau.
Bahwa bangsat-bangsat bayangan menebar racun di otak
Meriuh pelupuk keningku yang mau lupa.
Kau setan begundal.
Setelah pati suri mu kau cabut, dan kau tawarkan padaku tentang kematian bersama.
Kau sungguh berani.
Membalaskan yang tak sengaja terjadi.
Dan kau rak tau.
Kau tak akan tau.
Bahwa biadap kebaikanmu membrkas dihati
Begitu kau bilang masih, racun mendidih kau tegukkan ke kerongkongan.
Iblis ini membunuh logika.
Setan-setan yang kau kirim, menebar jeruji mengait-kaitkan badanku hingga tak ada gerak lagi.
Aku terpasung kebingungan yang paling tinggi.
Aku mengira, permainan akan segera usai
Entah aku atau kau yang terbunuh
Satu lawan satu dengan mulut berbusa sampai mata membelalak seketika
Jantung dan hati terpisah dari perut
Permainan ini akan segera usai.
di jogja, kalo lagi jalan-jalan atau lewat di kawasan stasiun Lempuyangan, stasiun Tugu, Terminal Giwangan, sama Prawirotaman tuh hawanya siriiiik selalu. liat manusia pada lalu lalang bawa ransel dan jalan gak tau arah itu semacan gejolak yang menggerakkan bakat ngelayap ini buat bilang 'wow, mau dong traveling kayak situ'. rasanya pengen langsung minggat aja. tiba-tiba mata belalak liat-liat peta, betis mendadak profesional, dan gelora membara gemeter didalam dada. yaah, gemeternya sih biasanya terhubung dengan kondisi keuangan negara yang ga selalu tersedia, dan status 'wakin' alias warga miskin yang ga mbois ini. yahh, apa lagi??, kas yang labil itu lah yang sama sekali ga menunjang kelangsungan hobi backpackeran. dengan hati merintih aku selalu meyakinkan diri dengan mbatin "nabung dulu, tenang, Tias, belum waktunya".kalo udah ke set gitu biasanya pengennya sih lariiii kenceng ke puncak merapi biar ketemu jin "kuberi satu permintaan"...... wiiihh,, sedap banget pasti.
ini looh,, masih banyak banget tempat yang kedaftar di list ku dan belum didatengin. sedihnya, foto2 pemandangan tempat indah kayak pantai, tebing, hutan, gunung, candi, air terjun dan tetek bengek yang bikin mupeng itu, terus terusan membisikkan "udaaah, duit SPP&SKS buat ke "aku" aja,, jangan sampe skripisi ganggu bakat hebatmu...liat nih, "aku" menawan tauk,, kamu bisa mandi di air terjunku, kemping di hutanku, diving di pantaiku, kamu bisa duduk lehaaa-lehaaa menikmati surga dunia.. nikmat bukan??." . semakin bergejolak lah aku dengarnya, batinku pun menjawab "gimana nih.. tapiiiii aku harus lulus cepett.?!!" haaah,,, sebelum dia jawab lagi, dan karakterku terbunuh perlahan oleh terornya, dengan memmantabkan hati, aku bilang "stop..!!!!!!! fokus dengan prioritas".... dan empat detik setelahnya,. "mmm,tapiiii....!?.."
dan aku semakin ingin menggaruk-garuk tanah, membenamkan diri sedalammmmm-daaaalamnyaa, membuang jauh batin dan lahir yang susah kompak ini.
ya ampuuun,, gak ngerti deh.. tulisan apa-apaan e ini?!!
"Recital Cello" tanggal 8 Juni 2012. solo recital pertama saya. sebenarnya isi dari Recital itu sendiri ingin menyampaikan 3 repertoar saja, Sonata for cello and piano, Sergei Rachmaninoff; Liebestraum, Franz Liszt; dan Tarantella, Squire.
ya,, hanya sekedar ingin menyampaikan perasaan hati. kurasa itulah momennya.
untuk "seorang" pendukung yang pada saat itu tak ada. harapan penuh kucurahkan, semoga getaran senar celloku malam itu, sampai pada telinga yang dituju di Eropa sana.
karya Rachmaninoff Sonata for Cello and Piano. bagian 3 merupakan karya lambat diantara keempat bagiannya. memainkan melodi dalam bagian 3 ini seperti mengungkapkan perasaan kesakitan hati yang sangat dalam. seperti ingin mengungkapkan, mengeluarkan, mengemukakan sesuatu yang terpendam lamaa, namun terbatas oleh waktu dan dan ruang yang sebenarnya bisa dijangkau namun tak ada keberanian untuk menjangkau. yah, menjengkelkan. jengkel kepada diri sendiri.
Liebestraum "Dream of Love". karya Franz Liszt musik untuk puisi. Liszt membuat karya ini ada 3 noturno. namun "Dream of Love" adalah karya yang paling terkenal diantara ketiganya. dengan melodi yang sederhana, memainkan lagu ini seperti membuka aliran sendiri kepada hati. aliran untuk menyampaikan betapa berharganya perasaan "cinta". kepedihan dan kebahagiaan meluap menjadi satu membuat mampu merasakan gejolak yang menggerakkan rasa dan otak. perasaan itu mengembalikan ku pada cerita, aku dan kamu, saling mencinta dan menyakiti, kita sama sama pengecut namun saling terkait dan punya mimpi.
Tarantelle, musik tarian tradisional daerah Italia dan Argentina. mereka percaya dengan menari berputar dengan sukat 6/8 dan tempo cepat akan menghilangkan racun akibat gigitan tarantula. ya, tentu aku ingin menari denganmu, menghilangkan racun, mengobati sakit, dan aku menginginkan "kesembuhan".
illustrasi gambar dalam poster adalah karya dari seorang sahabat, Risao Pambudi dengan judul "Cello Player". dikerjakan dengan teknik Dry Point yang aku sendiri tak tahu Dry Point itu apa. sudah bentuk karya diatas kanvas, sampai ditanganku. kemudian ku bingkai, dan terpampang diruang tamu rumahku. lama memandanginya, ini karya punya nilai. harus menjadi poster supaya tak hanya aku saja yang bisa mengaguminya.
terimakasih yang terucap di booklet sebenarnya tak sepenuhnya mewakili, betapa terimakasihnya aku untuk mereka yang mendukungku dibalik semuanya. Ada banyak "harapan", "perasaan", "cinta", "penghargaan", dan "momen" yang mengalir dalam prosesnya. semua itu sangat berharga untukku.
untuk yg pasrah tak akan ada lg merayah. kau bawa pergi saja, dirawat atau tidak aku serah. setidak tidaknya tahan dan goyah itu semakin tak berarti, tak ada yg mau tau. enyah! tak usahlah merepot diri, kelurusan ini tidak hanya satu. diujungnya nanti selagi punah dan krisis, percaya atau tak percaya akan ada yg nyata terkikis. dan mengerti itu semoga bukan selagi terlambat. kadang untuk yg pergi tak akan ada lg sekat. mas, apa toleransi cukup? hambar sekali tuan, jika tak ada alas lagi. ya! selalu kekurangan itu dimana ketika ada harapan, sebab ingin yg baik dan terbaik. sadarkanlah, tuan! kekurangan ini. kadang untuk yg pergi tak mungkin lg ada sekat. june,,,, june,,, june,,, aku rindu..! saat kuhitung mundur tiga kali, mengertilah aku menanti. 12, 11, 10....!!!!
Seperti mata, jika rabun satu saja smua akan timpang. Indahnya jalur yang terata rapi pun hanya satu mata yg bisa menikmati. Seperti aku sibuta, dan kau mata yg jelas itu. Aku orang yg bisa bilang janji jika semuanya jelas. Kejelasan ku tak ckup dgn isyarat saja, mas. Sprti sibuta, kau harus ceritakan dulu, jelas, dan lugas. Biar bisa tau dan ikut merasakan alurnya. Begitu akan seiring, dan tak timpang lagi.
Published with Blogger-droid v2.0.6
Minggu, 08 Juli 2012
pada awal itu aku dan kamu masih berpeluk, saling mencumbu di kedai sore itu. banyak mata memandang, heran dan iri entah risih kepada kelakuan kita,, namun tanpa peduli kita asing dalam mereka. kita hanyut dalam satu yang membaur. menyenangkan menyentuh ubun-ubun. seolah hanya kamu yang ku punya dan aku milikmu.
dikedai itu tubuhmu terlentang di sebelahku, kepalamu menumpu di paha kiriku. kita bercerita dan menyusun kenangan untuk nanti. kau bilang bermacam-macam, dan kita sama tertawa. haha.. hanya kita yang tau.
kau emas yang kucari. tapi setiap kubilang begitu, jawabmu selalu "ah, kamu berlebihan". dan kau tak pernah tau itu membuatku tertanam di lumpur mengecil dan pening. menggapaimu itu adalah doa yang tak sengaja diaminkan. sebab aku melihatmu kuasa dan meraja di hati. waktu itu. waktu itu saja.
seketika kau lenyap dan meruangkan rindu yang lama-lama menjadi suatu kesakitan. kau hilang tanpa bicara. lenyap begitu saja.
aku masih berdiri didaun pintu kebingungan. aku terus berfikir "mengapa". juga mengapa aku masih terus berfikir. mulai saat itu aku menjadi pendiam dan penyendiri. dingin seperti yang mati. alam semesta menipu dan dewa-dewa tak mau bicara padaku. merenggut aku dari logika.
di balik kerumunan kau terus melangkah. punggungmu masih terjangkau dari mata. aku tak sedikitpun berpaling dan tajam mengawasi. aku tak kenal lelah, jika hanya untuk ingin tau. sejujurnya kau tampak dan kadang hilang, tampak, dan hilang, tampak, hilang tapi itu karna aku memang kerdil tak sanggup mengalahkan tingginya orang orang yang didepanku, kurasa itu bukan alasan. dan tetap saja aku mengawasimu. sementara aku ingin menepuk dan bertanya kambali "mengapa?".
lewat lewat lewat dan bulan bintang masih menertawaiku dalam kekerdilan. alam semesta mencorengku dari titik kewarasan. aku buta dan silau pada kepastian. bertahun-tahun.
kau yang kalah, dan aku yang bertahan. kau yang kalah dan aku yang bertahan. kau yang kalah dan aku yang bertahan. lagi-lagi aku mengucap. seperti mantra diulang ulang, tapi tak mau diaminkan.
kamu hilang, aku hampir putus asa.
Juni, setahun tepat setelahnya. entah datang darimana kau menyapa. hadir dihadapanku dengan membawa bunga. anehnya kau diam, tak bicara apa-apa. kau hanya tersenyum dan menyambut tanganku untuk menerima bungamu. aku resah tapi menunggu, menunggu apa yang kau bicarakan dan kau jelaskan. waktu itu hati dan telingaku siap mendengar dengan seksama. aku juga tak sabar, ingin bertanya "mengapa". tapi sekejap saja kau hilang. lenyap lagi dari pandangan.
aku hampir putus asa.
Juni lagi ditahun berikutnya, kau berdiri dipanggung yang sama denganku. kau menyapa dan aku bahagia. sebenarnya aku lelah dengan permainan, tapi entah mengapa aku tak bisa menyerah. kau bilang banyak, aku tau banyak. setelah tahun kemarin aku kembali yakin. aku diam memperhatikan, dan kau terus bicara lanyah, menjelaskan. aku tak tau, apa kau mengadu, entahlah, apa aku tertipu, aku tak tau. sedang sesaat seperti hipnotis. dan aku bahagia.
hahaaa, kau bermain dengan suhunya. kau bertahan dengan permainanmu. emas pun rentan kalau dipanasdinginkan, kayu juga, baja juga. tapi mereka kalah denganku.
kalau kau hendak pergi, pergilah lagi. kau hendak berkali-kali, boleh saja. aku sudah ketagihan, sebab menunggu itu rupawan, kesakitan yang nyeri sudah menjadi indah ditubuhku, dan kupercaya rindu ini terbalas diam diam. kau memang romantis, dan rupanya kita masih kekasih. aku tak mau lagi tanya kau kemana. dalam kawatir kau pasti akan tiba. selama masih saja momen akan kita ciptakan dengan bermain waktu, selama ada kesamaan jeda dalam temponya. dan jika kita beruntung, dan Tuhan memberkati. disuatu titik kita pasti sama-sama akan menghampiri.
si brengsek itu masih bermain main. menertawaiku dalam kesendiriannya. ia merasa terhianati dan tertindas karenaku. matanya tak pernah surut mengawasi gerak gerikku. rupanya dia pikir aku menyusun rencana dibaliknya. otaknya terlalu busuk untuk mengartikan semuanya. dia dengan caranya berusaha merebut milikku. apapun yang menjadi milikku.. usahanya berlanjut dan selalu ingin menjatuhkanku. menginjak-injakku dan sudah nyata dia benci padaku. senyumnya simpul, manis, dan menawan seperti perempuan didepan ku. dia ingin menghancurkanku dalam situasi. untungnya aku tetap tenang. mau apa? aku berani!
Aku aku mulu yang selalu melangkah dibelakang punggungmu.
Kamu seolah besar dan aku tak pernah sanggup merengkuh. Sementara mataku
terbutakan bayanganmu yang membias disetiapku. Mataku tertutup bayangan yang
besar yang menghalangi mata ini untuk melihat yang lain. Persis seperti selama
ini, terbutakan. Aku seperti terbatas dan bodohnya aku lupa, kalau diluar sana,
selain dibalik punggungmu aku bisa melihat yang lebih luar biasa luas. aku juga
kurang berusaha. Ironisnya lagi aku tak pernah sadar, bahwa disebelah sana ada
yang lebih menerimaku seperti adanya,
ala kadarnya. Selama ini, aku juga suatu kebodohan, dalam buta pun sudah berani
menilai dan membandingkan. Kepikir dulu dengan kau yang lebih besar aku akan
aman dan aku bisa sedikit diam. Ah, rupanya aku terlalu kau diamkan. Ya, tepat!
Semua ada ditanganmu. Tak adil, tapi aku lama bertahan. Lagi lagi
kebodohan.
Aku lupa mas, bahwa dulu aku dibesarkan ibu bapakku untuk
menjadi perempuan yang tangguh. Bukan hanya menjadi bayangan dan benalu yang
buta dan menempel dipundak lelaki. Bukan untuk seperti selama ini, membodohi
diri menanti yang tak pasti.
Aku samar samar berpindah, seperti kini, samar samar mataku
lebih bebas memandang, tak ada bayangan yang ada di lebih depan. Semua seiring,
bersama dan aku merasa ada. Aku lanyah melangkah. Kakiku sendiri tapi hatiku
terbuka. Semoga ini bertahan, seperti aku yang suka bertahan.
“aku cuma butuh orang yang mau menemaniku bahkan disaat aku jadi lemah, gendut dan pelupa.”
kataku sore itu saat kamu tidur terbaring di pahaku,saat tanganku membelai-belai alismu. mataku menatap wajahmu tajam.
“aku serius.” lanjutku
kau tersenyum. kemudian membuka mata.
“kau tau? aku ini setia, aku ngga pernah selingkuh. tapi kalo ilfeel sering.” katamu sedikit tertawa.
“oh ya? apa yang bisa buat kamu ilfeel?
kamu beranjak kemudian duduk di sebelahku.
“aku nggak tau.”
aku tersenyum.
aku sendiri sudah lupa sejak kapan kita mulai dekat. aku juga tak ingat gimana awalnya sampai kita pacaran. yang aku tau aku bahagia dan kurasa kamu juga bahagia.
segalanya berubah. semua kelihatan mudah sejak kamu disampingku. aku merasa aman sejak kamu melindungiku. tawa dan cerita mengisi hari-hari dan tak ada masalah yang mengusik dan mematahkan kebersamaan kita setiap detiknya. aku dan kamu.
aku nggak ingin pergi darimu, dan kuharap kamu nggak akan pernah meninggalkanku. aku nggak pernah bosan denganmu.
aku sendiri nggak tau apa ini sayang, cinta atau apalah seperti yang kebanyakan orang bilang. aku nggak peduli tentang itu dan aku nggak mau tau. aku hanya merasa bahagia denganmu. itu saja.
kamu pintar, baik, dan tampan dimataku. sedangkan aku, aku nggak cantik. aku jarang tersenyum kecuali saat aku denganmu, kulitku hitam dan aku juga nggak kurus seperti wanita kebanyakan. hidungku pesek, betisku besar, aku nggak pernah ngecat kuku, tingkahku mirip lelaki. dibilang pintar pun jauh. itu yang sering membuat aku bertanya sama Tuhan, bagaimana kamu bisa datang dalam hidupku dan mengisi hariku sesempurna ini. sesering apapun aku tanya, pertanyaan itu tak pernah dapat jawaban.
aku ingin bisa baca pikiranmu, supaya aku tau apa yang buat kamu ilfeel denganku. aku ingin tau isi hatimu, apa kamu bahagia betul denganku, aku ingin mengerti apa yang buatmu bosan denganku. aku ingin mengerti semuanya tentangmu. untuk hubungan ini dan kebahagiaan kita. karna kamu nggak pernah bilang apa yang nggak kamu suka dariku, kamu nggak pernah mau bicara apa kekuranganku. sungguh, aku ingin menjadi yang sempurna dimatamu. meskipun tampil sempurna itu tak akan mungkin ada padaku. tentu aku sadar. hadirnya aku untukmu dan kamu untukku itu udah diatur sedemikian, dengan sepaket kelebihan dan kekurangan yang adil. dibagi rata sama Tuhan untuk kita saling melengkapi, saling mengisi dan menutupi. jadi jika aku dan kamu rela bersabar dan mengalir, selalu saling jaga itu sudah sangat sempurna. aku harap kita mampu seperti itu.
ini semua dialog dalam hatiku saja. aku nggak bisa banyak bicara. di kepalaku banyak cerita untukmu, dan isi otakku tak pernah diam membicarakanmu, tapi mulutku lebih sering menutup daripada mengungkapkan. sebenarnya aku pemalu. jika memang perlu, untuk bilang padamu tentang rindu aja harus lewat tulisan yang kukirim lewat hp dan sangat jarang bahkan mungkin hanya sekali. karna aku terlalu takut jika itu berlebihan untukmu dan kau tak suka. dan lagi-lagi aku takut kau pergi ketika kau tak menyukai satu sisi lainku.
ku hela nafasku.
dalam.
aku tersenyum.
indahnya dunia ini jika kau tetap disini untukku, seperti ini. persis. apa kelak kita akan semakin dekat? apakah nanti kita masih bersama? apa esok aku dan kamu masih saling berdampingan?. aku harap masih. apa nanti duapuluh tahun lagi aku dan kamu masih saling bercerita, becanda, dan pergi bersama? tigapuluh tahun lagi apa mungkin kau masih tidur dipahaku dan aku masih bisa membelai-belai alismu sampai kau tertidur dalam pelukanku setiap waktu? apa delapanpuluh tahun lagi saat tanganku jadi gemetar, kakiku udah nggak mampu menopang badanku sendiri dan aku sudah menjadi pelupa, mataku sudah menjadi rabun, dan aku jadi perempuan lemah yang hanya bisa meminta tolong, masih bisakah aku memanggil namamu saat itu? apa masih mau kau menemaniku selalu. aku sadar suatu nanti aku akan menjadi sangat bodoh, aku akan menjadi bayi yang tak tau apa-apa lagi. apa kamu akan ilfeel denganku? apa kamu akan pergi meninggalkanku? apa kamu bisa terima jika nanti aku berubah menjadi seperti itu? relakah kau bersabar untukku? aku sangat takut.
jika nanti kau pergi dariku karna itu, aku tak ingin menjadi tua.
kamu jangan kuatir. jika terbalik hal itu terjadi padamu, aku pasti sekuat tenaga ada untukmu.
aku akan terus menggandeng tanganmu yang sudah gemetar saat kau jalan dengan tongkatmu. walaupun jalanmu nanti akan sangat lambat, aku bahkan akan senang senantiasa disebalahmu, merangkul lenganmu dan kita sama sama berjalan pelan. bahkan saat tanganmu sudah lebih kurus dari sekarang dan kakimu sudah tinggal kulit dan tulang, dan urat uratmu lebih jelas terlihat, tanganmu semakin keriput, kamu akan tetap tampan untukku. aku nggak mungkin merasa lelah kalau cuma mencuci bajumu, menyiapkan makan, dan membuatkan teh untukmu setiap harinya selama berpuluh-puluh tahun. aku juga nggak mungkin bosan mendengarmu bercerita, menyimak hari-harimu dan aku akan terus membelai wajahmu bahkan sampai suatu nanti ketika rambutmu sudah memutih dan mulai rontok. bahkan sampai nantipun kamu tetap tampan untukku.
kini dan nanti aku sepertinya akan tetap manja denganmu. aku akan tetap sering menggandengmu, merangkulmu, mencium tanganmu, bahkan saat aku lapar, lelah, dan kesepian aku akan mencarimu. aku tak tau apa aku ini sangat membosankan untukmu. aku tak tau apa manjaku nanti akan memuakkan untukmu. aku tak tau. aku benar-benar tak tau. yang aku tau aku ingin disisimu sebab aku bahagia. asalkan hanya ada aku dan kamu. itu saja.
ternyata aku diam dalam lamunan panjang. aku terkejut saat kau terbatuk. tersentak, dan aku tersadar.
“bicaralah kalau nanti kau mulai ilfeel, ya? aku akan belajar mengerti kamu.”
kataku
senyummu mengembang, lalu kamu rangkul aku dan tangan lainmu membelai kepalaku.
kita saling diam.
Radio dimeja nyaring berbunyi. Irama lagu berputar diantara kita.
When you wish upon a star Makes no difference who you are Anything your heart desires Will come to you
If your heart is in your dream No request is to extreme When you wish upon a star As dreamers do
Fate is kind She brings to those who love The sweet fulfillment of Their secret longing
Like a bolt out of the blue Fate steps in and sees you through When you wish upon a star Your dreams come true
Like a bolt out of the blue Fate steps in and sees you through When you wish upon a star Your dreams come true
mataku mulai terpejam, suaramu sayup-sayup menghilang. aku tertidur dipangkuanmu diam diam.
gelap dalam mata terpejam tak membuatku takut. aku rasa akan aman disitu, dipangkuanmu.
kuharap aku dan kamu akan tetap seperti ini sampai kita tua nanti.
“aku cuma butuh orang yang mau menemaniku bahkan
disaat aku jadi lemah, gendut dan pelupa.”
kataku sore itu saat kamu tidur terbaring di
pahaku,saat tanganku membelai-belai alismu. mataku menatap wajahmu tajam.
“aku serius.” lanjutku
kau tersenyum. kemudian membuka mata.
“kau tau? aku ini setia, aku ngga pernah selingkuh. tapi
kalo ilfeel sering.” katamu sedikit
tertawa.
“oh ya? apa yang bisa
buat kamu ilfeel?
kamu beranjak kemudian
duduk di sebelahku.
“aku nggak tau.”
aku tersenyum.
aku sendiri sudah lupa sejak
kapan kita mulai dekat. aku juga tak ingat gimana awalnya sampai kita pacaran.
yang aku tau aku bahagia dan kurasa kamu juga bahagia.
segalanya berubah. semua
kelihatan mudah sejak kamu disampingku. aku merasa aman sejak kamu melindungiku.
tawa dan cerita mengisi hari-hari dan tak ada masalah yang mengusik dan
mematahkan kebersamaan kita setiap detiknya. aku dan kamu.
aku nggak ingin pergi
darimu, dan kuharap kamu nggak akan pernah meninggalkanku. aku nggak pernah
bosan denganmu.
aku sendiri nggak tau
apa ini sayang, cinta atau apalah seperti yang kebanyakan orang bilang. aku
nggak peduli tentang itu dan aku nggak mau tau. aku hanya merasa bahagia
denganmu. itu saja.
kamu pintar, baik, dan
tampan dimataku. sedangkan aku, aku nggak cantik. aku jarang tersenyum kecuali
saat aku denganmu, kulitku hitam dan aku juga nggak kurus seperti wanita
kebanyakan. hidungku pesek, betisku besar, aku nggak pernah ngecat kuku,
tingkahku mirip lelaki. dibilang pintar pun jauh. itu yang sering membuat aku
bertanya sama Tuhan, bagaimana kamu bisa datang dalam hidupku dan mengisi
hariku sesempurna ini. sesering apapun aku tanya, pertanyaan itu tak pernah dapat
jawaban.
aku ingin bisa baca
pikiranmu, supaya aku tau apa yang buat kamu ilfeel denganku. aku ingin tau isi hatimu, apa kamu bahagia betul
denganku, aku ingin mengerti apa yang buatmu bosan denganku. aku ingin mengerti
semuanya tentangmu. untuk hubungan ini dan kebahagiaan kita. karna kamu nggak
pernah bilang apa yang nggak kamu suka dariku, kamu nggak pernah mau bicara apa
kekuranganku. sungguh, aku ingin menjadi yang sempurna dimatamu. meskipun tampil
sempurna itu tak akan mungkin ada padaku. tentu aku sadar. hadirnya aku untukmu
dan kamu untukku itu udah diatur sedemikian, dengan sepaket kelebihan dan
kekurangan yang adil. dibagi rata sama Tuhan untuk kita saling melengkapi,
saling mengisi dan menutupi. jadi jika aku dan kamu rela bersabar dan mengalir,
selalu saling jaga itu sudah sangat sempurna. aku harap kita mampu seperti itu.
ini semua dialog dalam
hatiku saja. aku nggak bisa banyak bicara. di kepalaku banyak cerita untukmu,
dan isi otakku tak pernah diam membicarakanmu, tapi mulutku lebih sering
menutup daripada mengungkapkan. sebenarnya aku pemalu. jika memang perlu, untuk
bilang padamu tentang rindu aja harus lewat tulisan yang kukirim lewat hp dan
sangat jarang bahkan mungkin hanya sekali. karna aku terlalu takut jika itu
berlebihan untukmu dan kau tak suka. dan lagi-lagi aku takut kau pergi ketika
kau tak menyukai satu sisi lainku.
ku hela nafasku.
dalam.
aku tersenyum.
indahnya dunia ini jika
kau tetap disini untukku, seperti ini. persis. apa kelak kita akan semakin
dekat? apakah nanti kita masih bersama? apa esok aku dan kamu masih saling
berdampingan?. aku harap masih. apa nanti duapuluh tahun lagi aku dan kamu
masih saling bercerita, becanda, dan pergi bersama? tigapuluh tahun lagi apa
mungkin kau masih tidur dipahaku dan aku masih bisa membelai-belai alismu
sampai kau tertidur dalam pelukanku setiap waktu? apa delapanpuluh tahun lagi
saat tanganku jadi gemetar, kakiku udah nggak mampu menopang badanku sendiri
dan aku sudah menjadi pelupa, mataku sudah menjadi rabun, dan aku jadi
perempuan lemah yang hanya bisa meminta tolong, masih bisakah aku memanggil
namamu saat itu? apa masih mau kau menemaniku selalu. aku sadar suatu nanti aku
akan menjadi sangat bodoh, aku akan menjadi bayi yang tak tau apa-apa lagi. apa
kamu akan ilfeel denganku? apa kamu
akan pergi meninggalkanku? apa kamu bisa terima jika nanti aku berubah menjadi
seperti itu? relakah kau bersabar untukku? aku sangat takut.
jika nanti kau pergi
dariku karna itu, aku tak ingin menjadi tua.
kamu jangan kuatir.
jika terbalik hal itu terjadi padamu, aku pasti sekuat tenaga ada untukmu.
aku akan terus menggandeng
tanganmu yang sudah gemetar saat kau jalan dengan tongkatmu. walaupun jalanmu
nanti akan sangat lambat, aku bahkan akan senang senantiasa disebalahmu,
merangkul lenganmu dan kita sama sama berjalan pelan. bahkan saat tanganmu
sudah lebih kurus dari sekarang dan kakimu sudah tinggal kulit dan tulang, dan
urat uratmu lebih jelas terlihat, tanganmu semakin keriput, kamu akan tetap
tampan untukku. aku nggak mungkin merasa lelah kalau cuma mencuci bajumu,
menyiapkan makan, dan membuatkan teh untukmu setiap harinya selama
berpuluh-puluh tahun. aku juga nggak mungkin bosan mendengarmu bercerita,
menyimak hari-harimu dan aku akan terus membelai wajahmu bahkan sampai suatu
nanti ketika rambutmu sudah memutih dan mulai rontok. bahkan sampai nantipun
kamu tetap tampan untukku.
kini dan nanti aku
sepertinya akan tetap manja denganmu. aku akan tetap sering menggandengmu,
merangkulmu, mencium tanganmu, bahkan saat aku lapar, lelah, dan kesepian aku
akan mencarimu. aku tak tau apa aku ini sangat membosankan untukmu. aku tak tau
apa manjaku nanti akan memuakkan untukmu. aku tak tau. aku benar-benar tak tau.
yang aku tau aku ingin disisimu sebab aku bahagia. asalkan hanya ada aku dan
kamu. itu saja.
ternyata aku diam dalam
lamunan panjang. aku terkejut saat kau terbatuk. tersentak, dan aku tersadar.
“bicaralah kalau nanti
kau mulai ilfeel, ya? aku akan
belajar mengerti kamu.”
kataku
senyummu mengembang, lalu
kamu rangkul aku dan tangan lainmu membelai kepalaku.
kita saling diam.
Radio dimeja nyaring berbunyi. Irama lagu berputar
diantara kita.
When
you wish upon a star
Makes no difference who you are
Anything your heart desires
Will come to you
If your heart is in your dream
No request is to extreme
When you wish upon a star
As dreamers do
Fate is kind
She brings to those who love
The sweet fulfillment of
Their secret longing
Like a bolt out of the blue
Fate steps in and sees you through
When you wish upon a star
Your dreams come true
Like a bolt out of the blue
Fate steps in and sees you through
When you wish upon a star
Your dreams come true
mataku mulai terpejam, suaramu sayup-sayup
menghilang. aku tertidur dipangkuanmu diam diam.
gelap dalam mata terpejam tak membuatku takut. aku
rasa akan aman disitu, dipangkuanmu.
kuharap aku dan kamu akan tetap seperti ini sampai
kita tua nanti.
Tuhan, kalau aku mau bersabar lagi apa akan ada jaminan kalau nanti aku akan dapatkan seperti apa yang dalam inginku?. aku tau, Kau lebih mengerti tentang diriku bahkan daripada diriku sendiri. ya, aku tau. Kau juga yang merancang semuanya, dan tugasku hanya dua. berusaha dan menunggu waktu.
Tuhan, kenapa ya aku bosan begini. kurasa hidupku monoton, stak dan nggak bernilai. aku bahagia di setiap waktu yang kulalui, aku juga gebira punya banyak sahabat, keluarga, dan lingkungan yang mendukungku sejauh ini, setiap saat. tapi Tuhan, aku merasa diam entah disisi yang mana. aku mengikuti iringan waktu, aku ikut berputar. benar, seperti di komidi putar. aku ikut berputar, aku tertawa, senang, tapi aku tak bergerak. nah, ini gimana ya?
mengingat tugasku tadi. berusaha, dan menunggu waktu. mungkin aku bisa, biarpun sedikit. aku mungkin bisa. memang sangat sedikit, tapi aku bisa.
tapi yang kayak gimana yang bisa kulakuin?
aku gelisah dengan keadaanku. aku butuh yang bernilai, dari yang kulakukan disetiap halnya.
Tuhan, gimana caranya?
mungkin aku harus berbuat sesuatu yang lain, lain, sehingga hasil yang kudapat nanti juga lain. lain sesuai dengan nilai yang kuingini gitu menurutnya.
okelah itu.
tapi Tuhan,
"yang lain itu yang gimana, sih?" tunjukin dong. aku nggak tau isyaratMu.
bukan berarti "aku udah coba segala cara"
tapi bisa sangat jadi kalau ada "cara lain yang aku belum tau"
pasti kau bilang, "ada, ada cara kok, kamu tenang aja"
tapi,
kurasa aku nggak bisa tenang. gimana ya ini?
gimana biar aku tenang?. karna kurasa aku udah nggak ada waktu lagi.
"ayolah, buruan yang mana dulu"
maaf Tuhan aku memang lancang, sepertinya aku sudah butuh sesuatu yang baru.
aku ingin hal lain, yang mengubahku menjadi bernilai.
aku tau, aku harus berusaha untuk itu.
tapi usaha yang kayak gimana ya?. aku harus gimana ini baiknya?.
Kau memang lebih tau waktunya, kau sudah merancang sesuatu yang lain yang istimewa. tapi aku juga tau, keistimewaan itu bisa jadi kebahagiaan yang kuharapkan, bisa jadi pula kebalikannya yang nantinya akan buat aku belajar.
kalau aku bersabar sekarang? nanti aku akan dapat yang manaya? kalau aku ikuti alurmu yang sekarang, nanti Kau akan kasih aku sesuatu yang apa nantinya?
iya,,
kalau aku harus lakukan sesuatu dulu, daru dapatkan sesuatu. lalu aku harus ngapain dulu, ya?
Kau tentu tau, apa yang sangat kuinginkan. :)
tuhan, kalao aku mau bersabar lagi apa akan ada jaminan kalau nanti aku akan dapat apa yang kuinginkan?