Bangun tidur sudah melihat ibu Nyoman menata sesajen
yang akan dibawa ke pura, saya mandi sebelum sarapan. Biasanya sih saya malas
mandi kalau udara dingin begini. Tapi tidak untuk hari spesial ini. Malam nanti saya harus pentas gamelan di pura Masceti Bangli untuk upacara Buda Wage Klawu. Buda Wage
Klawu adalah upacara untuk memperingati hari Bethari Sri. Dan pentas gamelan
ini pertama kalinya buat saya. Karna saya akan memainkan rebab yang baru saya
pelajari pagi itu juga. Setelah latihan yang nggak keras dan biasa-biasa saja,
kami bertiga jalan-jalan ke desa Panglipuran. Desa Panglipuran adalah desa
tradisional di Bangli yang letaknya nggak jauh dari Kintamani. Disana kita juga
bisa jalan-jalan di Bamboo Forest. Satu minuman yang direkomandasikan teman saya
adalah Loloh Cemcem yang merupakan minuman khas Panglipuran. "enak" katanya. Minuman ini biasa disuguhkan pada
saat warga Panglipuran kumpul atau sedang punya hajat. Minuman ini berasal dari daun cem ceman. Lalu saya
beli loloh cemcem sudah dalam kemasan botol. Tadinya saya kira disajikan
seperti jamu di Jawa, tetapi ternyata tidak. minuman ini dikemas dalam botol, berwarna hijau persis perasan
daun. Aromanya seperti daun dan rasanyaaa seperti rujak. Aneh dan saya nggak suka.
Di desa Panglipuran kami bertiga ketemu dengan teman Nyoman,namanya Agus. Agus adalah seorang pelukis, teman SMA Nyoman di sekolah seni Bali. Kami
mampir dirumah Agus dan ternyata dia dari keluarga seniman. Ayahnya pelukis dan
pematung terkenal. Masuk dari pagar sudah tampak lukisan Dewa Dewi Bali dan dan
beberapa lukisan yang menakjubkan. Bari obrolan siang itu saya mendapat banyak
ilmu dari teman-teman. Dari tahap melukis realis seperti kebanyakan lukisan
yang ada disana sampai obrolan tentang agama.
Pertama kali masuk rumah Agus saya takjub dengan lukisan
besar yang digantung di tengah ruangan. Lukisan Sang Hyang Tunggal, yang orang
bali bahasakan sebagai Tuhan. Dari lukisan itu saya mulai tahu bahwa dewa-dewa
seperti Brahmana (api), Wisnu (air), dan Siwa (angin) adalah gambaran dari unsur manusia. Bicara tentang
upacara adat sampai karma. Menarik.
Sore hari kami harus latihan untuk pentas dipura malam
itu. Saya gugup pertama kalinya gamelan bunyi. Di Bali, hampir semua orang bisa memainkan gamelan. Karna tradisi bermain gamelan dipakai untuk upacara agama. Setiap Banjar di Bali memiliki sanggar. Jadi tidak heran bagaimana seni
tradisi di Bali masih asri dan terjaga.
Menjelang sore, sayup gamelan di pura
pusek masih berkelajutan. Ibu Nyoman meminjamkan saya baju kebaya, jarit, sabuk
dan ikat pinggang. Kami jalan
kaki menuju pura. Saya, ibu Nyoman, dan keponakan Nyoman, Putu. Ada tiga kali sembahyang yang dilakukan malam itu. Itu adalah kali pertama saya masuk ke pura
dan ikut sembahyang. Saya duduk di tempat berdoa dengan menyembahkan kedua tangan yang mengapit sebuah bunga kamboja kemudian ditempelkan di kening beberapa kali. Seorang perempuan mendekati saya dengan membawa gayung kayu berisi air.
dengan gugup saya membasuh diri, kemudian menempelkan beras di kening, leher dan
belakang telinga. Kami pulang, dan saya bersiap untuk pentas.
Ini adalah pentas terpanjang untuk saya, pemantasan mulai pukul 10
hingga jam 3 dini hari. Setelah tidur kurang lebih satu jam saya dan
teman-teman sanggar berjalan sama-sama menuju pura Pusek. Disana sudah ramai.
Hidangan babi menjadi menu utama. Kami sembahyang di pura Pusek, lalu makam
malam bersama.
Petas dimulai, saya duduk di panggung dan barisan paling depan. Hal yang paling membuat saya kawatir adalah, saya takut kalau saya mengantuk. Tapi ternyata tidak, karena kepala dan telinga saya
tepat sekali didepan tabuhan gamelan. Suaranya keras sekali dengan
gaung yang sangat penuh sehingga terasa penuh sekali di telinga. Saya belum terbiasa dengan musik selain musik barat. dalam kondisi begini bagi saya suara dan getaran nya terlalu keras. Well, saya harus menerima itu selama 5 jam. Pukul 3 dini hari petas mengiringi tari Barong itu selesai. Saya pulang membawa kenangan, pengalaman, dan menunggu rindu untuk mengulanginya lagi suatu hari.
Bangli, 25 Juli 2013
