Selasa, 10 April 2012

live, love, music, travel, progress: cerpen "Lamun"

live, love, music, travel, progress: cerpen "Lamun": ... “aku cuma butuh orang yang mau menemaniku bahkan disaat aku jadi lemah, gendut dan pelupa.” kataku sore itu saat kamu tidur te...

Minggu, 08 April 2012

cerpen "Lamun"



...
“aku cuma butuh orang yang mau menemaniku bahkan disaat aku jadi lemah, gendut dan pelupa.”
kataku sore itu saat kamu tidur terbaring di pahaku,saat tanganku membelai-belai alismu. mataku menatap wajahmu tajam.
“aku serius.” lanjutku
kau tersenyum. kemudian membuka mata.
“kau tau? aku ini setia, aku ngga pernah selingkuh. tapi kalo ilfeel sering.” katamu sedikit tertawa.
“oh ya? apa yang bisa buat kamu ilfeel?
kamu beranjak kemudian duduk di sebelahku.
“aku nggak tau.”
aku tersenyum.
aku sendiri sudah lupa sejak kapan kita mulai dekat. aku juga tak ingat gimana awalnya sampai kita pacaran. yang aku tau aku bahagia dan kurasa kamu juga bahagia.
segalanya berubah. semua kelihatan mudah sejak kamu disampingku. aku merasa aman sejak kamu melindungiku. tawa dan cerita mengisi hari-hari dan tak ada masalah yang mengusik dan mematahkan kebersamaan kita setiap detiknya. aku dan kamu.
aku nggak ingin pergi darimu, dan kuharap kamu nggak akan pernah meninggalkanku. aku nggak pernah bosan denganmu.
aku sendiri nggak tau apa ini sayang, cinta atau apalah seperti yang kebanyakan orang bilang. aku nggak peduli tentang itu dan aku nggak mau tau. aku hanya merasa bahagia denganmu. itu saja.
kamu pintar, baik, dan tampan dimataku. sedangkan aku, aku nggak cantik. aku jarang tersenyum kecuali saat aku denganmu, kulitku hitam dan aku juga nggak kurus seperti wanita kebanyakan. hidungku pesek, betisku besar, aku nggak pernah ngecat kuku, tingkahku mirip lelaki. dibilang pintar pun jauh. itu yang sering membuat aku bertanya sama Tuhan, bagaimana kamu bisa datang dalam hidupku dan mengisi hariku sesempurna ini. sesering apapun aku tanya, pertanyaan itu tak pernah dapat jawaban.
aku ingin bisa baca pikiranmu, supaya aku tau apa yang buat kamu ilfeel denganku. aku ingin tau isi hatimu, apa kamu bahagia betul denganku, aku ingin mengerti apa yang buatmu bosan denganku. aku ingin mengerti semuanya tentangmu. untuk hubungan ini dan kebahagiaan kita. karna kamu nggak pernah bilang apa yang nggak kamu suka dariku, kamu nggak pernah mau bicara apa kekuranganku. sungguh, aku ingin menjadi yang sempurna dimatamu. meskipun tampil sempurna itu tak akan mungkin ada padaku. tentu aku sadar. hadirnya aku untukmu dan kamu untukku itu udah diatur sedemikian, dengan sepaket kelebihan dan kekurangan yang adil. dibagi rata sama Tuhan untuk kita saling melengkapi, saling mengisi dan menutupi. jadi jika aku dan kamu rela bersabar dan mengalir, selalu saling jaga itu sudah sangat sempurna. aku harap kita mampu seperti itu.
ini semua dialog dalam hatiku saja. aku nggak bisa banyak bicara. di kepalaku banyak cerita untukmu, dan isi otakku tak pernah diam membicarakanmu, tapi mulutku lebih sering menutup daripada mengungkapkan. sebenarnya aku pemalu. jika memang perlu, untuk bilang padamu tentang rindu aja harus lewat tulisan yang kukirim lewat hp dan sangat jarang bahkan mungkin hanya sekali. karna aku terlalu takut jika itu berlebihan untukmu dan kau tak suka. dan lagi-lagi aku takut kau pergi ketika kau tak menyukai satu sisi lainku.
ku hela nafasku.
dalam.
aku tersenyum.
indahnya dunia ini jika kau tetap disini untukku, seperti ini. persis. apa kelak kita akan semakin dekat? apakah nanti kita masih bersama? apa esok aku dan kamu masih saling berdampingan?. aku harap masih. apa nanti duapuluh tahun lagi aku dan kamu masih saling bercerita, becanda, dan pergi bersama? tigapuluh tahun lagi apa mungkin kau masih tidur dipahaku dan aku masih bisa membelai-belai alismu sampai kau tertidur dalam pelukanku setiap waktu? apa delapanpuluh tahun lagi saat tanganku jadi gemetar, kakiku udah nggak mampu menopang badanku sendiri dan aku sudah menjadi pelupa, mataku sudah menjadi rabun, dan aku jadi perempuan lemah yang hanya bisa meminta tolong, masih bisakah aku memanggil namamu saat itu? apa masih mau kau menemaniku selalu. aku sadar suatu nanti aku akan menjadi sangat bodoh, aku akan menjadi bayi yang tak tau apa-apa lagi. apa kamu akan ilfeel denganku? apa kamu akan pergi meninggalkanku? apa kamu bisa terima jika nanti aku berubah menjadi seperti itu? relakah kau bersabar untukku? aku sangat takut.
jika nanti kau pergi dariku karna itu, aku tak ingin menjadi tua.
kamu jangan kuatir. jika terbalik hal itu terjadi padamu, aku pasti sekuat tenaga ada untukmu.
aku akan terus menggandeng tanganmu yang sudah gemetar saat kau jalan dengan tongkatmu. walaupun jalanmu nanti akan sangat lambat, aku bahkan akan senang senantiasa disebalahmu, merangkul lenganmu dan kita sama sama berjalan pelan. bahkan saat tanganmu sudah lebih kurus dari sekarang dan kakimu sudah tinggal kulit dan tulang, dan urat uratmu lebih jelas terlihat, tanganmu semakin keriput, kamu akan tetap tampan untukku. aku nggak mungkin merasa lelah kalau cuma mencuci bajumu, menyiapkan makan, dan membuatkan teh untukmu setiap harinya selama berpuluh-puluh tahun. aku juga nggak mungkin bosan mendengarmu bercerita, menyimak hari-harimu dan aku akan terus membelai wajahmu bahkan sampai suatu nanti ketika rambutmu sudah memutih dan mulai rontok. bahkan sampai nantipun kamu tetap tampan untukku.
kini dan nanti aku sepertinya akan tetap manja denganmu. aku akan tetap sering menggandengmu, merangkulmu, mencium tanganmu, bahkan saat aku lapar, lelah, dan kesepian aku akan mencarimu. aku tak tau apa aku ini sangat membosankan untukmu. aku tak tau apa manjaku nanti akan memuakkan untukmu. aku tak tau. aku benar-benar tak tau. yang aku tau aku ingin disisimu sebab aku bahagia. asalkan hanya ada aku dan kamu. itu saja.
ternyata aku diam dalam lamunan panjang. aku terkejut saat kau terbatuk. tersentak, dan aku tersadar.
“bicaralah kalau nanti kau mulai ilfeel, ya? aku akan belajar mengerti kamu.”
kataku
senyummu mengembang, lalu kamu rangkul aku dan tangan lainmu membelai kepalaku.
kita saling diam.
Radio dimeja nyaring berbunyi. Irama lagu berputar diantara kita.
When you wish upon a star
Makes no difference who you are
Anything your heart desires
Will come to you

If your heart is in your dream
No request is to extreme
When you wish upon a star
As dreamers do

Fate is kind
She brings to those who love
The sweet fulfillment of
Their secret longing

Like a bolt out of the blue
Fate steps in and sees you through
When you wish upon a star
Your dreams come true

Like a bolt out of the blue
Fate steps in and sees you through
When you wish upon a star
Your dreams come true
mataku mulai terpejam, suaramu sayup-sayup menghilang. aku tertidur dipangkuanmu diam diam.
gelap dalam mata terpejam tak membuatku takut. aku rasa akan aman disitu, dipangkuanmu.
kuharap aku dan kamu akan tetap seperti ini sampai kita tua nanti.

cerpen "Lamun"



...
“aku cuma butuh orang yang mau menemaniku bahkan disaat aku jadi lemah, gendut dan pelupa.”
kataku sore itu saat kamu tidur terbaring di pahaku,saat tanganku membelai-belai alismu. mataku menatap wajahmu tajam.
“aku serius.” lanjutku
kau tersenyum. kemudian membuka mata.
“kau tau? aku ini setia, aku ngga pernah selingkuh. tapi kalo ilfeel sering.” katamu sedikit tertawa.
“oh ya? apa yang bisa buat kamu ilfeel?
kamu beranjak kemudian duduk di sebelahku.
“aku nggak tau.”
aku tersenyum.
aku sendiri sudah lupa sejak kapan kita mulai dekat. aku juga tak ingat gimana awalnya sampai kita pacaran. yang aku tau aku bahagia dan kurasa kamu juga bahagia.
segalanya berubah. semua kelihatan mudah sejak kamu disampingku. aku merasa aman sejak kamu melindungiku. tawa dan cerita mengisi hari-hari dan tak ada masalah yang mengusik dan mematahkan kebersamaan kita setiap detiknya. aku dan kamu.
aku nggak ingin pergi darimu, dan kuharap kamu nggak akan pernah meninggalkanku. aku nggak pernah bosan denganmu.
aku sendiri nggak tau apa ini sayang, cinta atau apalah seperti yang kebanyakan orang bilang. aku nggak peduli tentang itu dan aku nggak mau tau. aku hanya merasa bahagia denganmu. itu saja.
kamu pintar, baik, dan tampan dimataku. sedangkan aku, aku nggak cantik. aku jarang tersenyum kecuali saat aku denganmu, kulitku hitam dan aku juga nggak kurus seperti wanita kebanyakan. hidungku pesek, betisku besar, aku nggak pernah ngecat kuku, tingkahku mirip lelaki. dibilang pintar pun jauh. itu yang sering membuat aku bertanya sama Tuhan, bagaimana kamu bisa datang dalam hidupku dan mengisi hariku sesempurna ini. sesering apapun aku tanya, pertanyaan itu tak pernah dapat jawaban.
aku ingin bisa baca pikiranmu, supaya aku tau apa yang buat kamu ilfeel denganku. aku ingin tau isi hatimu, apa kamu bahagia betul denganku, aku ingin mengerti apa yang buatmu bosan denganku. aku ingin mengerti semuanya tentangmu. untuk hubungan ini dan kebahagiaan kita. karna kamu nggak pernah bilang apa yang nggak kamu suka dariku, kamu nggak pernah mau bicara apa kekuranganku. sungguh, aku ingin menjadi yang sempurna dimatamu. meskipun tampil sempurna itu tak akan mungkin ada padaku. tentu aku sadar. hadirnya aku untukmu dan kamu untukku itu udah diatur sedemikian, dengan sepaket kelebihan dan kekurangan yang adil. dibagi rata sama Tuhan untuk kita saling melengkapi, saling mengisi dan menutupi. jadi jika aku dan kamu rela bersabar dan mengalir, selalu saling jaga itu sudah sangat sempurna. aku harap kita mampu seperti itu.
ini semua dialog dalam hatiku saja. aku nggak bisa banyak bicara. di kepalaku banyak cerita untukmu, dan isi otakku tak pernah diam membicarakanmu, tapi mulutku lebih sering menutup daripada mengungkapkan. sebenarnya aku pemalu. jika memang perlu, untuk bilang padamu tentang rindu aja harus lewat tulisan yang kukirim lewat hp dan sangat jarang bahkan mungkin hanya sekali. karna aku terlalu takut jika itu berlebihan untukmu dan kau tak suka. dan lagi-lagi aku takut kau pergi ketika kau tak menyukai satu sisi lainku.
ku hela nafasku.
dalam.
aku tersenyum.
indahnya dunia ini jika kau tetap disini untukku, seperti ini. persis. apa kelak kita akan semakin dekat? apakah nanti kita masih bersama? apa esok aku dan kamu masih saling berdampingan?. aku harap masih. apa nanti duapuluh tahun lagi aku dan kamu masih saling bercerita, becanda, dan pergi bersama? tigapuluh tahun lagi apa mungkin kau masih tidur dipahaku dan aku masih bisa membelai-belai alismu sampai kau tertidur dalam pelukanku setiap waktu? apa delapanpuluh tahun lagi saat tanganku jadi gemetar, kakiku udah nggak mampu menopang badanku sendiri dan aku sudah menjadi pelupa, mataku sudah menjadi rabun, dan aku jadi perempuan lemah yang hanya bisa meminta tolong, masih bisakah aku memanggil namamu saat itu? apa masih mau kau menemaniku selalu. aku sadar suatu nanti aku akan menjadi sangat bodoh, aku akan menjadi bayi yang tak tau apa-apa lagi. apa kamu akan ilfeel denganku? apa kamu akan pergi meninggalkanku? apa kamu bisa terima jika nanti aku berubah menjadi seperti itu? relakah kau bersabar untukku? aku sangat takut.
jika nanti kau pergi dariku karna itu, aku tak ingin menjadi tua.
kamu jangan kuatir. jika terbalik hal itu terjadi padamu, aku pasti sekuat tenaga ada untukmu.
aku akan terus menggandeng tanganmu yang sudah gemetar saat kau jalan dengan tongkatmu. walaupun jalanmu nanti akan sangat lambat, aku bahkan akan senang senantiasa disebalahmu, merangkul lenganmu dan kita sama sama berjalan pelan. bahkan saat tanganmu sudah lebih kurus dari sekarang dan kakimu sudah tinggal kulit dan tulang, dan urat uratmu lebih jelas terlihat, tanganmu semakin keriput, kamu akan tetap tampan untukku. aku nggak mungkin merasa lelah kalau cuma mencuci bajumu, menyiapkan makan, dan membuatkan teh untukmu setiap harinya selama berpuluh-puluh tahun. aku juga nggak mungkin bosan mendengarmu bercerita, menyimak hari-harimu dan aku akan terus membelai wajahmu bahkan sampai suatu nanti ketika rambutmu sudah memutih dan mulai rontok. bahkan sampai nantipun kamu tetap tampan untukku.
kini dan nanti aku sepertinya akan tetap manja denganmu. aku akan tetap sering menggandengmu, merangkulmu, mencium tanganmu, bahkan saat aku lapar, lelah, dan kesepian aku akan mencarimu. aku tak tau apa aku ini sangat membosankan untukmu. aku tak tau apa manjaku nanti akan memuakkan untukmu. aku tak tau. aku benar-benar tak tau. yang aku tau aku ingin disisimu sebab aku bahagia. asalkan hanya ada aku dan kamu. itu saja.
ternyata aku diam dalam lamunan panjang. aku terkejut saat kau terbatuk. tersentak, dan aku tersadar.
“bicaralah kalau nanti kau mulai ilfeel, ya? aku akan belajar mengerti kamu.”
kataku
senyummu mengembang, lalu kamu rangkul aku dan tangan lainmu membelai kepalaku.
kita saling diam.
Radio dimeja nyaring berbunyi. Irama lagu berputar diantara kita.
When you wish upon a star
Makes no difference who you are
Anything your heart desires
Will come to you

If your heart is in your dream
No request is to extreme
When you wish upon a star
As dreamers do

Fate is kind
She brings to those who love
The sweet fulfillment of
Their secret longing

Like a bolt out of the blue
Fate steps in and sees you through
When you wish upon a star
Your dreams come true

Like a bolt out of the blue
Fate steps in and sees you through
When you wish upon a star
Your dreams come true
mataku mulai terpejam, suaramu sayup-sayup menghilang. aku tertidur dipangkuanmu diam diam.
gelap dalam mata terpejam tak membuatku takut. aku rasa akan aman disitu, dipangkuanmu.
kuharap aku dan kamu akan tetap seperti ini sampai kita tua nanti.