Skali lagi, aku bukan penikmat omong kosong. Sejatinya keinginan atas nanti, terupayakan dari kini. Terpercayakan bila upaya tampak mengigihkan langkah berdua. Sungguh indah, mas. Ketika sama menari diladang berbeda, sama mencangkul di lain panggung. Toh, dalam upaya ini hanya untuk sesaat saja. Maka tuan akan wujudkan keadilannya. Semua akan terbalas, tergantung sekuat apa kita berkeras.
Aku bukan penikmat obrolan murahan. Ketika harus berpaku pada keputusan. Aku tak menyerah berpeluk usaha agar yang indah ini menjadi lebih. Kalau kau tertarik, pelukan kita tak akan lepas. Kau ada padaku aku ada padamu, dalam keyakinan yang sama. Pada ruang yang berbeda dan kebutuhannya. Serempak akan kita punya, mas. Ketika kita satu tenaga, usaha, dan energi. Maka tuan akan memberi imbalan yg sesuai. Seperti kita jika sesuai dlm usaha.
Sejauh apa pelarian ini, ini baru awal. Berapa sebenarnya jaraknya, hanya kita yang tau.
Dalam perjalanan dan kekuatan kaki ini, entah aku atau kau yang akan lari sendiri-sendiri, dan entahlah,mungkin nanti bisa jadi kita seri..
Tulisan dalam blog ini berangkat dari perspektif pribadi. Senduro adalah nama lain dari bunga Edelweiss. Dia agung. Hidup di tanah tinggi, dekat dengan Dewa Dewi. Hanya orang -orang yang bekerja keras, penuh keyakinan, dan berani saja yang dapat melihat. Berwarna putih, seperti hati orang baik. Ia tidak pernah mati, seperti kasih.
Senin, 24 September 2012
tentang omong kosong dan bicara murahan
Selasa, 18 September 2012
ditimur malam
di timur malam yang cerah, aku mengaggumi perbedaan. sedang keabadian menggerus kelopak kening tak beraturan. aku yang hampir lupa lagi terganggu keparat yang tersampaikan. ketika hanyut tapi hanya bersebelahan, sakitnya minta ampun. samar yang beracun. kekejaman permainan semakin tertawar. yang kalah itu yang mati duluan. dalam masanya apa baiknya "masih" dibuang saja jauh ke tepian pagar dan dibakar dalam dalamnya hingga membusuk, daripada sama-sama punya tapi tak nyata. sama berbenih tapi tak dihidupkan. "masih" ini, seperti menuangkan bisa mendidih ke kerongkongan. tapi dalam peperangan selau ada kemungkinan yg lain. bisa jadi ditumbuh suburkan, lalu kupupuk dengan bintang dan semesta raya dan berpegang tangan sederhana. ditimur malam yang cerah, kau tentu lebih tau untuk diapakan selebihnya.
seri
Dan kau tak tau.
Kau tak akan tau.
Bahwa bangsat-bangsat bayangan menebar racun di otak
Meriuh pelupuk keningku yang mau lupa.
Kau setan begundal.
Setelah pati suri mu kau cabut, dan kau tawarkan padaku tentang kematian bersama.
Kau sungguh berani.
Membalaskan yang tak sengaja terjadi.
Dan kau rak tau.
Kau tak akan tau.
Bahwa biadap kebaikanmu membrkas dihati
Begitu kau bilang masih, racun mendidih kau tegukkan ke kerongkongan.
Iblis ini membunuh logika.
Setan-setan yang kau kirim, menebar jeruji mengait-kaitkan badanku hingga tak ada gerak lagi.
Aku terpasung kebingungan yang paling tinggi.
Aku mengira, permainan akan segera usai
Entah aku atau kau yang terbunuh
Satu lawan satu dengan mulut berbusa sampai mata membelalak seketika
Jantung dan hati terpisah dari perut
Permainan ini akan segera usai.
Aku dan kau pernah kalah.
Minggu, 09 September 2012
perang batin
Senin, 03 September 2012
message in the moment..
ya,, hanya sekedar ingin menyampaikan perasaan hati. kurasa itulah momennya.
untuk "seorang" pendukung yang pada saat itu tak ada. harapan penuh kucurahkan, semoga getaran senar celloku malam itu, sampai pada telinga yang dituju di Eropa sana.
karya Rachmaninoff Sonata for Cello and Piano. bagian 3 merupakan karya lambat diantara keempat bagiannya. memainkan melodi dalam bagian 3 ini seperti mengungkapkan perasaan kesakitan hati yang sangat dalam. seperti ingin mengungkapkan, mengeluarkan, mengemukakan sesuatu yang terpendam lamaa, namun terbatas oleh waktu dan dan ruang yang sebenarnya bisa dijangkau namun tak ada keberanian untuk menjangkau. yah, menjengkelkan. jengkel kepada diri sendiri.
Liebestraum "Dream of Love". karya Franz Liszt musik untuk puisi. Liszt membuat karya ini ada 3 noturno. namun "Dream of Love" adalah karya yang paling terkenal diantara ketiganya. dengan melodi yang sederhana, memainkan lagu ini seperti membuka aliran sendiri kepada hati. aliran untuk menyampaikan betapa berharganya perasaan "cinta". kepedihan dan kebahagiaan meluap menjadi satu membuat mampu merasakan gejolak yang menggerakkan rasa dan otak. perasaan itu mengembalikan ku pada cerita, aku dan kamu, saling mencinta dan menyakiti, kita sama sama pengecut namun saling terkait dan punya mimpi.
Tarantelle, musik tarian tradisional daerah Italia dan Argentina. mereka percaya dengan menari berputar dengan sukat 6/8 dan tempo cepat akan menghilangkan racun akibat gigitan tarantula. ya, tentu aku ingin menari denganmu, menghilangkan racun, mengobati sakit, dan aku menginginkan "kesembuhan".
illustrasi gambar dalam poster adalah karya dari seorang sahabat, Risao Pambudi dengan judul "Cello Player". dikerjakan dengan teknik Dry Point yang aku sendiri tak tahu Dry Point itu apa. sudah bentuk karya diatas kanvas, sampai ditanganku. kemudian ku bingkai, dan terpampang diruang tamu rumahku. lama memandanginya, ini karya punya nilai. harus menjadi poster supaya tak hanya aku saja yang bisa mengaguminya.
terimakasih yang terucap di booklet sebenarnya tak sepenuhnya mewakili, betapa terimakasihnya aku untuk mereka yang mendukungku dibalik semuanya. Ada banyak "harapan", "perasaan", "cinta", "penghargaan", dan "momen" yang mengalir dalam prosesnya. semua itu sangat berharga untukku.
