si brengsek itu masih bermain main. menertawaiku dalam kesendiriannya. ia merasa terhianati dan tertindas karenaku. matanya tak pernah surut mengawasi gerak gerikku. rupanya dia pikir aku menyusun rencana dibaliknya. otaknya terlalu busuk untuk mengartikan semuanya. dia dengan caranya berusaha merebut milikku. apapun yang menjadi milikku.. usahanya berlanjut dan selalu ingin menjatuhkanku. menginjak-injakku dan sudah nyata dia benci padaku. senyumnya simpul, manis, dan menawan seperti perempuan didepan ku. dia ingin menghancurkanku dalam situasi. untungnya aku tetap tenang. mau apa? aku berani!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar