Pagi hari, saya terkejut mendapati paspor saya yang basah terendam air. Saya lupa menyimpannya ditempat yang aman, itulah akarnya. Saya tidak menyangka kalau kecerobohan ini akan berakibat fatal dan berbuntut panjang.
Bulan November -lima bulan setelah saya mendapati kerusakan paspor- saya bersama teman-teman yang tergabung dalam grup musik etnis akan mengadakan tour performing art keliling Thailand, Malaysia, dan Singapore. seminggu sebelum keberangkatan saya mendatangi kantor Imigrasi di Yogyakarta tempat paspor saya dibuat untuk menanyakan apakah paspor saya yang terendam air itu masih berfungsi. ternyata kerusakannya cukup parah karna cap stempel dan tandatangan yang berwewenang sudah hilang sehingga paspor saya tidak bisa digunakan lagi. dan proses pergantian paspor yang rusak itu akan memakan waktu lebih dari seminggu. dengan pertimbangan dan berat hati, saya mengundurkan diri dari grup demi kelancaran proses perform.
bodohnya, saya tidak segera mengurus paspor lebih lanjut. hingga pada bulan Juni di tahun berikutnya pun saya harus membatalkan keberangkatan ke Jepang dalam rangka performing art dengan salah satu grup etnis dari Indonesia. karena alasan yang sama, paspor, juga karna saya tidak mau menghambat proses keberangkatan teman yang lain. disitu saya lupa, bahwa proses dan usaha yang sudah saya jalani dalam latihan untuk bisa tampil di Jepang itu cukup menguras tenaga, pikiran, energi, waktu dan sebagainya. tapi, semua sia-sia dan kalau dipikir lagi, apa yang saya lakukan ini sudah menghambat semuanya.
bulan-bulan berikutnya saya terlalu sibuk dengan kegiatan kampus sehingga paspor yang seharusnya saya proses, saya pending dulu untuk dikerjakan. lima bulan terlewat dan paspor saya belum selesai juga. hingga pada bulan November saya lolos audisi orkestra untuk misi kebudayaan di Cina. keadaan paspor saya yang masih rusak cukup membuat saya kelabakan karena kami harus segera mengumpulkan nomer paspor seminggu setelah pengumuman penerimaan. saya merasa sangat bodoh dan benar-benar teledor dalam hal ini. saya menyempatkan waktu untuk kembali ke kantor imigrasi. Namun ternyata paspor saya harus ditahan 6 bulan, dengan tuduhan "tidak menjaga dokumen negara dengan baik". shit!.... saya ingin tahu, aturan apa, pasal mana dan bagaimana bunyinya, sehingga harus terjadi seperti itu. ketika saya tanya pihak imigrasi untuk menunjukkan aturan tertulisnya, mereka tidak tahu.
ya, jadi intinya saya seperti kerbau dungu. mengulang kesalahan yang sama berkali-kali. jancuk.
ya, jadi intinya saya seperti kerbau dungu. mengulang kesalahan yang sama berkali-kali. jancuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar