kertas kosong yang disodorkan, penuh
sindiran. mereka suka sekali pamer derita.
dipikirnya aku takut sengsara. mirip berasa
hanya kepala sendiri yg tenggelam dalam
kubur, mau mati saja. tak terkejut aku, aku
dulu bagiannya. kunamai penghianatan saja
ketika itu. dulu duluu sekali...
ada bagian yg
tak terima, tapi memanglah, bisa apa sih.
aku ga hobi memaksa.
kini, selagi
memperbaiki, apa semesta masih mau bilang
"nanti"? kalo berteori ttg waktu,, sbenarnya
seru, karna gelisah serba ingin tahu.
Ahhh, sudahlah...
berbahagialah,, bebaslah kamu.. kertas yg
kau sodorkan masih bersih ditangan. gimana
lagi? kebahagiaan itu hanya sindiran lagi lagi.
"nanti" lah, kita buat yang paling
membahana diujung sana. jika pada
waktu yg sama, kita sampai sama sama.. :-)
Tulisan dalam blog ini berangkat dari perspektif pribadi. Senduro adalah nama lain dari bunga Edelweiss. Dia agung. Hidup di tanah tinggi, dekat dengan Dewa Dewi. Hanya orang -orang yang bekerja keras, penuh keyakinan, dan berani saja yang dapat melihat. Berwarna putih, seperti hati orang baik. Ia tidak pernah mati, seperti kasih.
Sabtu, 06 Oktober 2012
Published with Blogger-droid v2.0.6
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar