Dan kau tak tau.
Kau tak akan tau.
Bahwa bangsat-bangsat bayangan menebar racun di otak
Meriuh pelupuk keningku yang mau lupa.
Kau setan begundal.
Setelah pati suri mu kau cabut, dan kau tawarkan padaku tentang kematian bersama.
Kau sungguh berani.
Membalaskan yang tak sengaja terjadi.
Dan kau rak tau.
Kau tak akan tau.
Bahwa biadap kebaikanmu membrkas dihati
Begitu kau bilang masih, racun mendidih kau tegukkan ke kerongkongan.
Iblis ini membunuh logika.
Setan-setan yang kau kirim, menebar jeruji mengait-kaitkan badanku hingga tak ada gerak lagi.
Aku terpasung kebingungan yang paling tinggi.
Aku mengira, permainan akan segera usai
Entah aku atau kau yang terbunuh
Satu lawan satu dengan mulut berbusa sampai mata membelalak seketika
Jantung dan hati terpisah dari perut
Permainan ini akan segera usai.
Aku dan kau pernah kalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar