aah.. bahkan aku belum sempat berbagi setiap perjalanan dan jeda hidupku.
sudah kuputuskan untuk memilih dan dipilih dia. sudah kami mantabkan untuk membentuk tanda cinta dalam nadi yang akan tumbuh dewasa, dan jiwa dan raganya . sebuah tanda, lahir kala itu, 9 Juli 2014 pukul 7 malam. kesakitan semu yang luar biasa ditubuhku. sakit yang dilahirkan dari bahagia bahagia bahagia dan bahagia. baiklah! dia hadir.
Akar Jagad Nhirvadhamma. nama yang kami maknai, makna yang kami kembalikan. seiring proses jiwanya. dan ditatanan ini, semoga kami tidak lancang dan merenggut haknya sebagai jiwa yang hidup.
"tidakkah kamu perhatikan
bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti
pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) kelangit"
(Ibrahim:24)
ini perihal kedua yang kutemui kala itu. kuamati dan kurenungkan dalam-dalam. "jadikanlah hati yang teguh, nak!" itu hanya harapan kami. berbaktilah kepada semua makhluk, dan jangan pernah sedikitpun sombong. dari lembaran yang kubuka, atas ijin semesta yang bicara tentang tulisan.
hidupkanlah dirimu sebesar-besarnya, luas, dan membentang dalam menjadi bagian semesta. menghidupi tatanan alam yang bukan dan sekali lagi bukan kebetulan semata. karna hati yang tidak sombong, tidak berkehendak atas apa yang bukan menjadi haknya. karna jiwamu hadir dari ruh dalam sebuah ketetapan. Jagad,,
dia bukanlah jiwa yang biasa. aku menemuinya dengan tulisan. aku berkali kali ingin pulang padanya. rasanya bukan aku. kamu yang ingin hadir menyentuhnya. berjubah warna kulit kayu. berkali-kali bicara tentang nhirvasitta. dan oooom. karena tali kehidupan hanyalah kebijaksanaan. karena tali kehidupan hanyalah kebijaksanaan. kau tenang sekali kala itu. menghirup aroma dupa. bercinta dengan alunan paritta. jadilah seimbang.
inilah, kewelas-asihan yang kami dapatkan. Akar Jagad Nhirvadhamma.
Om mani Padme Om.. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata.. Sandhu..Sandhu..Sandhu.
