Selasa, 24 Januari 2017

teruntuk nimas

kini serba propaganda menjadi diskon produk terlaris.
bahkan masing-masing melabeli diri dengan siapa.
bermodalkan promosi dan lihainya berbicara terbatas mata.
lupa bahwa hadirnya menumpang politik.

bahkan seni sudah dipolitisasi.

bahkan indah sudah ditawar-tawar.

dan menjadi cantik itu tidak semudah yang diciptakan.

banyak manusia butuh hati, untuk memahami kebijaksanaan.



yogyakarta, 24 januari 2017

rindu

rindu menjadi pemula keriuhan ini.
dan rindu menjadi penawarnya.
aku yang tinggal separuh, mencoba melaju dan merasa runtuh.
tidak ada kesakitan yang tidak kuciptakan sendiri.
namun, aku merindu.
menjadikan jiwaku tak lagi utuh.


aku ingin pulang menahan damai.
memulihkan pacah yang pening.
aku pulih pada jatuh merindu.
dengan ketegaran yang separuh.
mendapat cacat, berkarat melarat, berindu sendu.


aku melawan dan kebingungan pada kesakitan yang kuciptakan.
aku ingin bersimpuh.
menjadikan rindu sebagai akhir dari keriuhan ini.





yogyakarta, 4 januari 2017

bunuh diri

yogyakarta, 7 Januari 2017

nafsu kesombongan akan membuatmu satu persatu hilang.
perlahan atau sekejap kamu roboh.
kalau tak berbenah, kamu akan habis.