Menggunakan toga nggak akan seberapa membuat saya bangga,
itu bukan yang ingin saya capai. Jadi jangan kau anggap kesenanganmu, adalah
kesenanganku juga. Berbeda dengan menenteng ransel dengan sendal jepit yang
terbakar matahari bersama kulitku. Ketika berpeluh saya berjalan, terus
melangkahkan kaki, bertemu wajah-wajah
yang baru kulihat, tempat-tempat baru yang kudiami, semua itu menjadi pencapaian
yang membahagiakan. Berpijak kaki dibagian dari bumi ini, saya belajar menyimak,
berbagi, respon, hati-hati, hormat, syukur, kuat, dan sebagainya, dan
sebagainya.. detail.... ahh betapa membuat hidup menjadi berwarna. Menjadi
khalifah, mendapatkan semua kebahagiaan yang berhak saya dapatkan. Ooh, tentu
dikelas saya juga belajar, hanya sedikit saja yang menarik. Apalagi toga, mana
mungkin itu menarik?.. kadang saya ingin bertanya, apa yang membuatmu begitu
tergila-gila. Ahh, tetapi kutahan saja, biar itu menjadi urusanmu. Palingan kau
mau bicara tentang derajat, mertabat dan harkat yang menjadi ukuran orang
banyak. Dan ujungnya, kau akan tahu, nasi apa yang besok akan kau makan dan
lauk apa yang akan menjadi penghiasnya. Saya? saya tidak mau sibuk
membingungkan makan dengan mengorbankan senang. Saya tidak sudi dikunci dengan
uang tapi kebebasan harus kutinggalkan. Kau sangat kurang tau tentang diriku,
jangan kau pikir hitunganmu itu menjadi yang tepat untukku.
Ada lagi yang menjadi rumah untuk pulang. Ini saya tidak
tahu darimana sejarahnya. Mungkin dari kehidupan dimasa lampau, hal ini sudah
menjadi bagianku. Ah, akan lebih membingungkan kalau aku bicara rainkarnasi
disini, kau akan menolak mati-matian. Kembali lagi saja pada topik yang
sederhana biar kau sedikit mengerti. Saya hanya sesekali menari, bermain,
menulis dan menggambar, tidak sering dan hanya kulakukan ketika saya mau saja. membuat
apa yang disebut bahagia tadi, menjadi indah. Mereka tau yang menjadi kebutuhan
perasaan saya, menurutku. Tapi menurutmu, kaulah yang sangat tahu apa yang menjadi
kebutuhan perasaan saya. Seperti anak kecil saja kalau kita berebut aku. Hm, Kau
sesekali harus merasakan keindahan itu, kalau kau mau. Hatiku menjadi kaya dan
penuh dibuatnya. Aku hanya berandai saja. Kalau pendapatmu, aku tak
mempedulikannya sepenuhnya. Jangan kau pikir aku melakukannya demi mengabdi
kepada uang. Dia yang mengabdi padaku.
Nanti-nati dan besok aku tak akan bosan melakukan perjalanan
yang membahagiakan dan memuaskan hidup dengan yang indah-indah, termasuk yaah,,,
untuk belajar dikelas seperti yang kulakukan sebelumnya, itu hal kecil yang
menjadi salah satu yang membantuku membuang waktu. Daripada saya tidak
melakukan apa-apa. bagaimanapun, itu
sedikit menyenangkan. Sudaahlah, yang perlu kau catat adalah lagi-lagi saya
bukan penggila toga dan saya bukan bangga pada nama yang semakin panjang
dibuatnya , ah malah saya bisa saja lupa siapa nama saya yang sebenarnya, yang
benar-benar kau berikan pada saya, itu adalah nama yang sederhana dan
terlengkap yang saya punya. Terimakasih ya untuk itu. Dan satu lagi juga, lupakan menilai saya dengan tingkatan
kasta yang menjadi ukuranmu dan kebanyakan, karna akan menyakitkan ketika kau
masih membeli uang lalu kau tetap memperhatikanku. Kau harus belajar
menghormati juga, mungkin. Biar kita sama-sama bermoral.
Saya hanya heran, mengapa topi seperti itu bisa membuat kau
begitu gila. Nah! Saya lebih suka togog temannya semar, daripada toga.