Sabtu, 05 November 2011

ibu yang memilih saja, karna aku takut menyesal

ibu, aku ingin bercerita lagi.
ibu, aku bimbang disini. kini aku dihadapkan dengan kewajiban yang penting kata ibu. ibu, katamu juga kini sudah waktunya untukku. ibu, bahkan aku masih kurang mengerti apa pernikahan itu. lalu harus apa aku? membayangkannya aku sudah ngeri. membuatku terkungkung dan sangat hati-hati, sampai sampai aku bingung sendiri. ibu, bayangan nya mengerikan dan aku takut salah memilih. ibu, pilihanmu yang bagaimana? pria seperti apa yang bisa bantu ibu menjagaku?
ibu lelaki itu ada. dewasa, dan sepertinya menyayangiku sepenuhnya. tapi aku takut ibu, takut dia bukan pilihan ibu. karna banyak orang diluar sana yang sepertinya tak suka. ibu aku ngeri dengan mereka. hingga kini, aku menyakitinya. sekarng dia jauh dariku, entah hanya sebentar entah selamanya. ibu, aku menyesal telah menyakitinya. aku selalu ingat pesanmu, aku akan meminta maaf padanya secepatnya.
ibu, kini sepertinya aku terburu-buru. memang aku sering sekali salah dan terlalu cepat mengambil keputusan, mungkin karna aku tidak tau. namun kali ini ibu,entah kenapa aku mau segera menjalankan perintah itu. bantu aku ibu. aku masih saja tak tau. bilanglah ibu, bahagia ibu, bahagiaku juga. pilihan ibu, pilihanku juga. bicaralah ibu, aku terlalu takut memilih sindiri. walaupun aku tau ibu pasti setuju, kepada yang mana lebih condognya hatiku. namun lagi lagi ini pilihan mengerikan untukku. bantu aku ibu.
kata orang, pernikahan itu manis dan indah. isinya tolong menolong, kasih sayang dan ada banyak kekuatan didalamnya. aku mau itu ibu. ajari aku mendapatkannya. Subhanallah ibu, itu sangat baik. ada juga yang bilang pernikahan itu jihad, butuh perjuangan. dan perusaknya sangat sangat mengerikan. bisa bisa rentan jika salah satunya lalai. astagfirullohaladzim, ibu aku takut. jika memang begitu, tetaplah didekatku ibu dalam pernikahanku nanti.
ibu, aku tak tau, entah aku yang terlalu berhati-hati  atau entah aku yang terlalu takut memutuskan. aku ingin bermusyawarah ibu, aku ikhlas ibu memilih. agar aku tak menyesal nanti.

Kamis, 03 November 2011

hai wanita murahan !

bahkan didepanku kalian beradu.
canda nakal kau raih bibirnya, dia raih bibirmu.
sambil kau tertawa, sambil kau raih tanganku.

sebatas yang aku tau dia mengerti siapa kita.
sebatas yang aku tau kau mengerti dia.
sebatas yang aku tau aku mengerti kalian
dia perempuan manis dimatamu
yang siap berdiri telanjang dan kau hampiri dengan gembira.
sebatas yang aku tau, kau tak akan pernah mau menutup mata.
kau tak akan pernah mau menutup mata.
kau tak akan pernah mau menutup mata.
sambil kau gembira menghampirinya, sambil kau raih tanganku.


jika kutampar mukamu gimana?!!
lalu kuinjak kepalamu lalu kubakar mati dia.
aku tak mengerti seseram apa aku ini
tolol !

ARGHHH....!!! persetan dengan kalian.