Minggu, 30 Oktober 2011

semuanya beracun, bu!


ibu, aku ingin masuk dalam perutmu. 
barang sehari dua hari saja. 
aku ... , 
aku ingin istirahat sebentar saja.
ibu, peluklah tubuhku ini.
aku kedinginan.
ulu hatiku nyeri,  nadiku kencang berdetak.
ibu, disini beracun.
semuanya beracun!
ibu, aku ingin bercerita. 
disini ngeri, aku selalu salah dan lengah hingga orang-orang jengah.
ibu, bicaralah sesuatu seperti biasa kala aku ketakutan begini. 
maaf ibu,,
bahkan aku sering lupa pesanmu.
aku telah menyakiti hati orang lain. 
ibu, ku ingin masuk dalam perutmu, tertidur sejenak dalam dekapmu.
barang sebentar saja...

Senin, 24 Oktober 2011

ibu, aku ketakutan


ibu. aku ingin masuk dalam perutmu lagi. barang sehari dua hari saja. aku ... , aku ingin istirahat, aku ingin menyandarkan bahuku sejanak. ibu. usaplah tubuhku, ciumi keningku seperti dulu dan biarkan ayah menguping pembicaraan kita agar tak hanya kau yang lagi-lagi mendengarkan ocehanku. ibu. aku ingin bercerita. disini aku ngeri, aku selalu salah dan lengah hingga orang-orang jengah kepadaku. ibu. bicaralah sesuatu seperti biasa kala aku ketakutan begini. aku takut salah arah, bahkan aku sering lupa pesanmu. ibu, aku telah menyakiti hati orang lain. ibu, ku ingin masuk dalam perutmu, tertidur sejenak dalam dekapmu. bicarakan sesuatu ibu, harus apa aku?

Jumat, 21 Oktober 2011

 
 
...karna jika kulihatnya, rasa benci selalu akan menjadi sahabatku. dikepala ini seperti mengartikan bahwa lebih mirip 'kesepakatan itu tak pernah ada'. walaupun ini tak pantas, kurasa dari sedalam-dalamnya aku tak terima.. seperti aku tak ada nyata.. :) terimakasih sangat dalam.. karna....