Jumat, 28 Desember 2012

sisi lain

Itu perbincangan yang memuakkan. Sudut-sudut yang kubenci dari sisi lain yang memang ada dan harus diterima....
Aku mengerti sedikit tentang sifat ganda. Dari sinilah smua berawal. Di keadaan yang serba relatif namun lagi-lagi aku membatasi diri yang sulit terkontrol.....
Bukan salah juga. Karna terbatas, batasan dan saling membatasi itu sudah pasti terjadi disini. Apalagi dalam proses yang maju dan maju tanpa ada tawaran....
Ada yang semakin dalam, ada yang semakin keluar. Argh, lagi-lagi kerelatifan....
Ya seperti bualan itu, aku pembenci mulut murahan. Aku tak suka perayu-perayu perempuan yang berlebihan.....
Argh, aku aku juga yang musti memandang ganda. Katanya karna setiap harapan akan selalu berbenturan dengan harapan-harapan yang lain.......
Otakkku sering berfikir untung dan rugi, ketika tak ada jaminan maka kutinggal pergi. Didalam hati sering bicara juga, katanya ikhlas itu adalah kemurnian tanpa campuran, dan proses adalah jawaban bijaksana. Mungkin ini sedikit menjelaskan apa itu sifat ganda......

Keseimbangan juga yang jadi pembelenggu agar langkah tidak membabi buta. Kesadaran juga yang membentengi kepala dan dada agar bijaksana....

Tapi tetap aku tak suka, jangan rayu rayu perempuan dengan berlebihan. Pencemburu adalah sisi lainku....

Ini perbincangan yang memuakkan. Sudut-sudut yang mungkin kau benci dari sisi lain yang ada dan harus diterima..

Senin, 17 Desember 2012

paspor rusak

Pagi hari, saya terkejut mendapati paspor saya yang basah terendam air. Saya lupa menyimpannya ditempat yang aman, itulah akarnya. Saya tidak menyangka kalau kecerobohan ini akan berakibat fatal dan berbuntut panjang.
Bulan November -lima bulan setelah saya mendapati kerusakan paspor- saya bersama teman-teman yang tergabung dalam grup musik etnis akan mengadakan tour performing art  keliling Thailand, Malaysia, dan Singapore. seminggu sebelum keberangkatan saya mendatangi kantor Imigrasi di Yogyakarta tempat paspor saya dibuat untuk menanyakan apakah paspor saya yang terendam air itu masih berfungsi. ternyata kerusakannya cukup parah karna cap stempel dan tandatangan yang berwewenang sudah hilang sehingga paspor saya tidak bisa digunakan lagi. dan proses pergantian paspor yang rusak itu akan memakan waktu lebih dari seminggu. dengan pertimbangan dan berat hati, saya mengundurkan diri dari grup demi kelancaran proses perform.
bodohnya, saya tidak segera mengurus paspor lebih lanjut. hingga pada bulan Juni di tahun berikutnya pun saya harus membatalkan keberangkatan ke Jepang dalam rangka performing art dengan salah satu grup etnis dari Indonesia. karena alasan yang sama, paspor, juga karna saya tidak mau menghambat proses keberangkatan teman yang lain. disitu saya lupa, bahwa proses dan usaha yang sudah saya jalani dalam latihan untuk bisa tampil di Jepang itu cukup menguras tenaga, pikiran, energi, waktu dan sebagainya. tapi, semua sia-sia dan kalau dipikir lagi, apa yang saya lakukan ini sudah menghambat semuanya.
bulan-bulan berikutnya saya terlalu sibuk dengan kegiatan kampus sehingga paspor yang seharusnya saya proses, saya pending dulu untuk dikerjakan. lima bulan terlewat dan paspor saya belum selesai juga. hingga pada bulan November saya lolos audisi orkestra untuk misi kebudayaan di Cina. keadaan paspor saya yang masih rusak cukup membuat saya kelabakan karena kami harus segera mengumpulkan nomer paspor seminggu setelah pengumuman penerimaan. saya merasa sangat bodoh dan benar-benar teledor dalam hal ini. saya menyempatkan waktu untuk kembali ke kantor imigrasi. Namun ternyata paspor saya harus ditahan 6 bulan, dengan tuduhan "tidak menjaga dokumen negara dengan baik". shit!.... saya ingin tahu, aturan apa, pasal mana dan bagaimana bunyinya, sehingga harus terjadi seperti itu. ketika saya tanya pihak imigrasi untuk menunjukkan aturan tertulisnya, mereka tidak tahu.
ya, jadi intinya saya seperti kerbau dungu. mengulang kesalahan yang sama berkali-kali. jancuk.