Skali lagi, aku bukan penikmat omong kosong. Sejatinya keinginan atas nanti, terupayakan dari kini. Terpercayakan bila upaya tampak mengigihkan langkah berdua. Sungguh indah, mas. Ketika sama menari diladang berbeda, sama mencangkul di lain panggung. Toh, dalam upaya ini hanya untuk sesaat saja. Maka tuan akan wujudkan keadilannya. Semua akan terbalas, tergantung sekuat apa kita berkeras.
Aku bukan penikmat obrolan murahan. Ketika harus berpaku pada keputusan. Aku tak menyerah berpeluk usaha agar yang indah ini menjadi lebih. Kalau kau tertarik, pelukan kita tak akan lepas. Kau ada padaku aku ada padamu, dalam keyakinan yang sama. Pada ruang yang berbeda dan kebutuhannya. Serempak akan kita punya, mas. Ketika kita satu tenaga, usaha, dan energi. Maka tuan akan memberi imbalan yg sesuai. Seperti kita jika sesuai dlm usaha.
Sejauh apa pelarian ini, ini baru awal. Berapa sebenarnya jaraknya, hanya kita yang tau.
Dalam perjalanan dan kekuatan kaki ini, entah aku atau kau yang akan lari sendiri-sendiri, dan entahlah,mungkin nanti bisa jadi kita seri..
Tulisan dalam blog ini berangkat dari perspektif pribadi. Senduro adalah nama lain dari bunga Edelweiss. Dia agung. Hidup di tanah tinggi, dekat dengan Dewa Dewi. Hanya orang -orang yang bekerja keras, penuh keyakinan, dan berani saja yang dapat melihat. Berwarna putih, seperti hati orang baik. Ia tidak pernah mati, seperti kasih.
Senin, 24 September 2012
tentang omong kosong dan bicara murahan
Published with Blogger-droid v2.0.6
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar