badanku teronggok kering. duduk saja lalu mengamati. dari yang berlalu
telah kutunggu kesempatan yang lain. mungkin datang dan tidak. yang
hampir tiba hampir pergi, dan menggodaku mati-matian beruntun melepas
isi kepala dari logika. kau yang dulunya kalah dengan keadaan, situasi
yang rumit meresahkanmu dan pilihan menggelapkanmu waktu itu, dalam
kesempatam kita. dan aku diam, dan menunggu. akupun mempersilahkanmu
sendiri, menepi dan berakhir dariku. bodohnya aku terlalu tergesa,
mengungkap dan merangkai lain cerita. rupanya bukan itu maumu dan mauku.
kau memang selalu datang tak tepat waktu, tak bicara dan tak
mendengarkan. aku juga memang selalu lengah, tergesa tak menunggu dan
kurang paham. badanku teronggok kering. dari yang berlalu telah kutunggu
kesempatan yang lain. memang masih tersisa, lalu aku bilang lagi 'trus
buat apa?'. lagi-lagi kau datang tak tepat waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar