semua tampak parah ketika seperti ada yang melawan dari pikiran ketika hati kecil memutuskan.
dan yang keluar hanya kata "ARGH....!" ketika kumulai tak mengenali lagi.
tempat ini sepi, hambar, dan tak terbayang berapa lama lagi aku ingin tinggal.
yang kumau bukan disini, masih terlalu jauh dan sulit kujangkau dengan kaki telanjang.
bayanganku sudah berwarna jika pikiranku melayang kesana, walau tampak bodoh.
yang bahkan disini pun, aku sudah sangat tolol.
aku sudah fatal.
seperti menyulam jaring dan aku terperangkap sendiri didalamnya.
dan tak ada yang tahu bahwa aku menyesal dan sangat luka.
aku yang ingin, karna itu pilihan.
disana ada pelangi, bintangnya terang di setiap malamnya, sumber airnya jernih dan aliranya gemericik.
membahagiakan.
inginku sangat berada disana.
orang bilang ini terlalu naif, ini hanya seperti bualan.
dan apa peduliku?
bahkan persetan dengan mereka.
hanya menyadarkanku bahwa aku sedang bermimpi.
yang bahkan jauh lebih baik daripada aku hidup ditempat ini.
dan yang keluar hanya kata "ARGH....!" ketika kumulai tak mengenali lagi.
tempat ini sepi, hambar, dan tak terbayang berapa lama lagi aku ingin tinggal.
yang kumau bukan disini, masih terlalu jauh dan sulit kujangkau dengan kaki telanjang.
bayanganku sudah berwarna jika pikiranku melayang kesana, walau tampak bodoh.
yang bahkan disini pun, aku sudah sangat tolol.
aku sudah fatal.
seperti menyulam jaring dan aku terperangkap sendiri didalamnya.
dan tak ada yang tahu bahwa aku menyesal dan sangat luka.
aku yang ingin, karna itu pilihan.
disana ada pelangi, bintangnya terang di setiap malamnya, sumber airnya jernih dan aliranya gemericik.
membahagiakan.
inginku sangat berada disana.
orang bilang ini terlalu naif, ini hanya seperti bualan.
dan apa peduliku?
bahkan persetan dengan mereka.
hanya menyadarkanku bahwa aku sedang bermimpi.
yang bahkan jauh lebih baik daripada aku hidup ditempat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar